Renita Gebiyanti
*Mahasiswa Pendidikan Biologi 2020 UIN Walisongo

Milenial adalah kelompok generasi yang saat ini menjadi sorotan, karena jumlahnya yang mendominasi dan menjadi generasi yang paling berperan dan berdapak bagi bangsa pada masa yang akan datang. Pada era digital saat ini banyak timbul tantangan-tantangan baru yang harus diubah menjadi sebuah peluang untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Milennial diartikan oleh sebagian pakar sebagai era back to spiritual and moral atau back to religion, yaitu masa kembali pada ajaran spiritual, moral dan agama. Namun era ini muncul sebagai respon dari era modern yang lebih mengutamakan akal, empirik, hedonistik, sekularistik, fragmatik serta transaksional.

Dampak dari kehidupan pada era modern menjadikan manusia bebas untuk berbuat apa saja tanpa berdasar pada landasan spiritual, moral, dan agama. Hal ini yang dapat menjadi pemicu atau faktor munculnya praktik-praktik agama yang ekstrem dan radikal.

Milenial sangat dekat dan tidak lepas dari teknologi informasi digital. Pada era milennial generasi muda merupakan pengguna gadget yang sangat mendominasi, sehingga tidak pernah lepas dari media sosial. Dalam media sosial banyak sekali informasi yang dapat diperoleh dan dibaca, termasuk informasi tentang keagamaan atau konten keagamaan. Dengan bergelimangnya berbagai macam informasi mengenai keagamaan tersebut, tak heran jika milenia Muslim banyak terpengaruh oleh ajaran keagamaan yang bersumber dari internet.

- advertisement -

Sebagai generasi yang sangat berperan untuk bangsa, kelompok milenial Muslim di Indonesia harus mempunyai semangat bergama yang moderat, yaitu santun, toleran, damai dan membawa pada kebaikan dan persaudaraan. Bukan justru sebaliknya, beragama dengan penuh kebencian, kekerasan, serta membawa perpecahan.

Selain itu, generasi milenial Muslim juga harus memiliki kemampuan psikis dan spiritual yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ideologi lain di dunia maya, termasuk ideologi radikalisme agama yang menjerumuskan generasi milenial Muslim dalam pandangan kekerasan dalam beragama.

Milenial Muslim yang moderat dan jauh dari tindakan ekstrem, intoleran, dan radikalisme perlu adanya pemahaman lebih mendalam tentang moderasi beragama sejak dini. Moderasi beragama bisa dilihat dari sikap yang santun, rukun, saling menghormati, menghargai dan mampu menerima perbedaan.

Moderasi beragama dapat menjadi solusi terbaik dalam mengatasi kemelut dan konflik yang terjadi pada saat ini. Sebab, sejatinya setiap agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian hidup antar umat manusia. Islam juga mengajarkan kasih sayang bagi seluruh alam atau sering dikenal dengan Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sebagai milenial Muslim yang moderat penting menjaga keharmonisan, kerukunan dan menjunjung tinggi toleransi umat beragama agar memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu tidak perlu takut untuk menolak dengan tegas ajaran-ajaran dan praktik beragama dalam bentuk kekerasan dan radikal. Dengan dilakukannya hal tersebut, kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan semakin kuat dan akan menjadi bangsa dan negara yang memliki generasi muda yang beragama dan moderat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini