BETANEWS.ID, KEBUMEN – Banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kebumen, Jawa Tengah, memberi dampak cukup parah. Ribuan warga di sejumlah desa di Kecamatan Puring harus mengungsi, akibat banjir yang disebabkan jebolnya tanggul. Namun, perbaikan tanggul di sejumlah titik sudah dilakukan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo datang ke lokasi jebolnya tanggul, Selasa (3/11/2020). Gubernur dua periode tersebut menilai, penanganan banjir dan perbaikan kerusakan sudah berlangsung sangat baik.
Ganjar melihat banjir yang menggenangi area pemukiman sudah surut, dan ribuan pengungsi juga sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara, tanggul yang jebol di desa Madurejo sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter juga sudah ditangani oleh BBWS.
“Sekarang sudah ditangani, tanggul yang jebol juga sudah diperbaiki oleh BBWS dan saya minta dipercepat karena saat ini masih musim penghujan,” ucapnya.
Ribuan warga yang awalnya mengungsi di SDN 2 Madurejo dan di rumah panggung Sidobunder, tutur Ganjar, sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun, posko pengungsian itu masih standby untuk mengantisipasi bencana selama proses perbaikan tanggul.
Baca juga: Tanggul Jebol di Kebumen Ternyata Karena Dilubangi Warga
“Tempat-tempat pengungsian saya minta ditata dan dikasih jarak. Kalau di gedung sekolah seperti ini, bisa menggunakan meja atau kursi siswa untuk penyekat, sehingga mereka punya jarak, nyaman, sirkulasi bagus dan aman karena masih pandemi. Saya minta BPBD Kebumen melakukan skenario ini,” ujarnya.
Ganjar menegaskan semua bantuan bencana alam di Jawa Tengah masih aman. Pihaknya siap membackup penuh BPBD Kebumen terkait pemenuhan bantuan itu.
“Ini masih awal La Nina, tapi kondisinya sudah seperti ini. Untuk itu, saya minta semua warga semua siaga, termasuk BPBD, SAR, PMI saya minta semuanya siaga. Termasuk TNI/Polri untuk membantu,” pungkasnya.
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Kebumen, Pemprov Jateng Kirim Logistik ke Warga Terdampak
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kebumen, Teguh Kristiyanto mengatakan, sampai saat ini sudah ada 22 titik tanggul jebol di Kebumen. Selain itu, juga terdapat 230 titik longsor di sejumlah daerah.
“Kalau yang di sini, ada empat desa yang terdampak banjir, tapi yang parah ya di Madurejo dan Sidobunder. Yang mengungsi sekitar 2000 an, tapi saat ini sudah pulang semuanya. Tanggul juga ini kami kebut, agar segera selesai sehingga masyarakat aman,” katanya.
Editor: Suwoko

