31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Sempat Bangkrut dan Terlilit Utang, Lilik Bangkit Kembali Produksi Kerupuk Bandung

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan Jalan Kebunsawah RT 01 RW 03, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak rumah bercat krem. Di samping rumah, beberapa orang keluar masuk bangunan membawa lori berisikan ratusan krecek beralas kepang. Di dalam bangunan tersebut beberapa pria sibuk mengoperasikan mesin pencetak krecek bakal kerupuk. Sedangkan di garasi rumah terlihat ribuan kerupuk dalam kantong plastik besar. Di samping kerupuk terparkir mobil Pajero Sport. Rumah tersebut yakni milik Lilik (58) pengusaha pembuatan kerupuk Bandung.

Lilik mengisahkan, datang ke Kudus saat usia 15 tahun, tepatnya pada tahun 1977 dan bekerja di tempat pembuatan kerupuk. Hingga pada tahun 1980, Lilik memutuskan menikah dan hidup mengontrak. Setelah menikah, dia mencoba usaha membuat kerupuk sendiri kecil – kecilan. Tapi sayang, ketika itu usahanya tersebut malah bangkrut.

“Bangkrutnya itu karena bahan pokok melambung tinggi. Padahal harga kerupuk masih tetap, kalau dinaikkan malah tidak laku. Jadi selain berhenti produksi, saya juga harus menanggung utang yang lumayan besar saat itu,” jelas Lilik kepada betanews.id

-Advertisement-

Dia mengatakan, setelah bangkrut, dirinya kemudian bekerja lagi. Hasil dari bekerja selain untuk kebutuhan keluarga, nyicil utang dan sebagian disisihkan untuk rencana usaha ke depan. Hingga pada tahun 1985 dirinya memutuskan merintis usaha pembuatan kerupuk kembali.

“Di usahaku yang ke dua itu, saya benar – benar memperhitungkan sesuatunya secara detail. Termasuk jika harga bahan pokoknya melambung tinggi, saya pun sudah punya antisipasinya. Dan alhamdulillah semua kendala bisa teratasi dan bisa bertahan hingga sekarang,” ungkapnya.

Pria yang dikaruniai tiga anak itu mengungkapkan, memproduksi kerupuk Bandung dengan dua jenis ukuran dan harga. Untuk harga ecer Rp 500 per biji, diameternya agak besar dan yang kecil dijual Rp 250 per biji. Menurutnya, kerupuknya juga lumayan diminati, sehari sekitar 40 bakul datang membeli kerupuk Bandung hasil produksinya.

Lilik bersyukur, usaha yang dirintis puluhan tahun sudah terlihat hasilnya. Dulu yang masih tinggal mengontrak, kini sudah punya rumah sendiri, serta bisa menguliahkan anak – anaknya. Dari kerupuk, juga dia mengaku beberapa kali ganti mobil. Dari mobil Suzuki Carry, kemudian ganti Toyota Kijang Inova, dan dua kali ganti Mitsubishi Pajero.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER