31 C
Kudus
Rabu, April 1, 2020
Beranda Daerah Sempat Bangkrut dan...

Sempat Bangkrut dan Terlilit Utang, Lilik Bangkit Kembali Produksi Kerupuk Bandung

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan Jalan Kebunsawah RT 01 RW 03, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak rumah bercat krem. Di samping rumah, beberapa orang keluar masuk bangunan membawa lori berisikan ratusan krecek beralas kepang. Di dalam bangunan tersebut beberapa pria sibuk mengoperasikan mesin pencetak krecek bakal kerupuk. Sedangkan di garasi rumah terlihat ribuan kerupuk dalam kantong plastik besar. Di samping kerupuk terparkir mobil Pajero Sport. Rumah tersebut yakni milik Lilik (58) pengusaha pembuatan kerupuk Bandung.

Lilik mengisahkan, datang ke Kudus saat usia 15 tahun, tepatnya pada tahun 1977 dan bekerja di tempat pembuatan kerupuk. Hingga pada tahun 1980, Lilik memutuskan menikah dan hidup mengontrak. Setelah menikah, dia mencoba usaha membuat kerupuk sendiri kecil – kecilan. Tapi sayang, ketika itu usahanya tersebut malah bangkrut.

“Bangkrutnya itu karena bahan pokok melambung tinggi. Padahal harga kerupuk masih tetap, kalau dinaikkan malah tidak laku. Jadi selain berhenti produksi, saya juga harus menanggung utang yang lumayan besar saat itu,” jelas Lilik kepada betanews.id

Dia mengatakan, setelah bangkrut, dirinya kemudian bekerja lagi. Hasil dari bekerja selain untuk kebutuhan keluarga, nyicil utang dan sebagian disisihkan untuk rencana usaha ke depan. Hingga pada tahun 1985 dirinya memutuskan merintis usaha pembuatan kerupuk kembali.

“Di usahaku yang ke dua itu, saya benar – benar memperhitungkan sesuatunya secara detail. Termasuk jika harga bahan pokoknya melambung tinggi, saya pun sudah punya antisipasinya. Dan alhamdulillah semua kendala bisa teratasi dan bisa bertahan hingga sekarang,” ungkapnya.

Pria yang dikaruniai tiga anak itu mengungkapkan, memproduksi kerupuk Bandung dengan dua jenis ukuran dan harga. Untuk harga ecer Rp 500 per biji, diameternya agak besar dan yang kecil dijual Rp 250 per biji. Menurutnya, kerupuknya juga lumayan diminati, sehari sekitar 40 bakul datang membeli kerupuk Bandung hasil produksinya.

Lilik bersyukur, usaha yang dirintis puluhan tahun sudah terlihat hasilnya. Dulu yang masih tinggal mengontrak, kini sudah punya rumah sendiri, serta bisa menguliahkan anak – anaknya. Dari kerupuk, juga dia mengaku beberapa kali ganti mobil. Dari mobil Suzuki Carry, kemudian ganti Toyota Kijang Inova, dan dua kali ganti Mitsubishi Pajero.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

20,599FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Sembilan Jurnalis Pati yang Kontak dengan Mbah Roso Dinyatakan Negatif Covid-19

BETANEWS.ID, PATI – Sembilan wartawan di Kabupaten Pati telah menjalani rapid test, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati di halaman Stadion...