SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Ratusan penonton tampak terbelah menjadi dua bagian di timur dan barat di dalam Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK). Di sebelah barat, terlihat dua orang wanita sedang berdiri hendak keluar usai menyaksikan pementasan dengan naskah berjudul “LOS”. Naskah karya Putu Wijaya tersebut dipentaskan Kelompok Kajian Teater Tigakoma FKIP UMK (Teater Tigakoma) dan disutradarai oleh Ahmad Saiful Anam.

Satu diantara dua wanita tersebut, yakni Lailatul Fitriani (19). Dia mengaku kagum dengan pementasan tersebut. Dia juga semakin yakin untuk ikut bergabung dengan Teater Tigakoma usai menyaksikan pementasannya. Menurutnya, di antara tiga pementasan Teater Tigakoma yang pernah dia saksiakan, pementasan kali ini adalah yang terbaik.
Baca juga: Teater Tigakoma UMK Pentaskan LOS, Karya Putu Wijaya
“Ini ketiga kalinya saya nonton pementasan Teater Tigakoma. Bagus semua, tetapi menurut saya kali ini yang paling bagus. Sebelumnya saya sudah pernah ikut latihan dengan mereka, tapi belum jadi anggota. Pementasannya bagus banget, jadi tambah yakin untuk ikut menjadi anggota,” terangnya kepada Seputarkudus.com usai pementasan, Rabu (5/4/2017) malam.
Laila begitu dia akrab disapa, mengungkapkan, dirinya sudah pernah ikut teater sejak sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam beberapa tahun berteater, dia belum pernah mengikuti pementasan. Dan tahun ini dirinya berencana untuk bergabung menjadi anggota resmi teater Tiga Koma.
“Dulu di SMP ikut teater, di SMA juga ikut. Tapi saya belum pernah ikut pentas. Kalau dapat peran dan ikut proses latihan sudah pernah, tapi gagal karena sakit waktu pementasan. Jadi ini kuliah pengen ikut teater lagi,” jelas anak pertama dari tiga bersaudara itu.
Ahmad Saiful Anam (28), sutradara pementasan tersebut, menjelaskan, butuh proses selama empat bulan untuk mementaskan naskah tersebut. Dalam proses, dia juga melakukan pergantian pemain lebih dari 10 kali. Menurutnya, proses menjadi hal yang terpenting untuk sebuah pementasan.
“Dalam proses latihan kami memang banyak ganti-ganti pemain, karena banyak anggota baru juga. Kami belum puas meski secara keseluruhan sudah bagus. Kami masih terus belajar agar semakin baik dan berkembang,” tambah warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamat, Jepara itu.

