31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Di Single Terbarunya, Ibaratskata Beri Pesan untuk Para Jomblo Agar Tetap Bahagia

SEPUTARKUDUS.COM, SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Alunan musik Ska menggema di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) beberapa waktu lalu. Sejumlah penonton berjingkrak-jingkrak mengikuti irama terompet yang berpadu dengan alat musik lainnya. Seorang pria berkaca mata hitam melantunkan lagu single terbaru berjudul “Sendiri”. Dia tak lain Eko Listianto, vokalis Ibaratskata.

Ibaratskata saat tampil di Auditorium UMK, beberapa waktu lalu. Foto Ahmad Rosyidi
Ibaratskata saat tampil di Auditorium UMK, beberapa waktu lalu. Foto: Ahmad Rosyidi

Usai tampil, Eko, begitudia akrab disapa, sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang lagu terbarunya tersebut. Lagu itu diciptakan oleh satu diantara delapan personel Ibaratskata yang terinspirasi dari kisah temannya yang masih jomblo.

-Advertisement-

“Lagu ini diciptakan personil ibaratskata, dia terinspirasi personel kami yang masih jomblo tetapi hidupnya bahagia. Kami juga berharap para jomblo yang mendengarkan lagu ‘Sendiri’ juga tetap bahagia,” ungkap warga Desa Garung Lor, Kaliwungu, Kudus itu, saat tampil di acara Authenticity, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, setiap lagu yang diciptakan Ibaratskata pasti akan mendapat evaluasi bersama. Setelah evaluasi, mereka melakukan aransemen dan kemudian proses recording. Eko mengatakan, dalam proses pembuatan lagu, antar personel harus saling melengkapi dan memberi masukan agar lagunya lebih variatif.

Dani Charis yang juga menjadi vokalis Ibaratskata, menceritakan, mereka mulai membuat mini album pada tahun 2009. Lagu pertama mereka berjudul “Lupakan Regina”. Dia menyebutkan, personel Ibaratskata ada delapan orang. Mereka antara lain Anom, pemain keyboard, Tora drum, Doni bass, Rudi gitar, Eko vocal satu, Dani vocal dua, Gilang Seksofon, Rian Trompet, dan saya manajer.

“Saat ini kami sudah memiliki sembilan lagu yang sudah recording. Rencana pada tahun 2017 ini akan meluncurkan album kedua. Kami juga pernah ikut Ska Kompilasi Indonesia,” jelas Dani sapaan akrabnya.

Dia juga menceritakan perjalanan Ibaratskata. Mereka besar dari komunitas musik hardcore di Kudus KDHC. Meski komunitas musik genre hardcore, KDHC memberi ruang untuk segala genre musik yang ingin bergabung. Menurut Dani, dari acara-acara komunitas itulah Ibaratskata mendapat ruang untuk berkembang hingga seperti saat ini.

Manajer IbaratSKAta Awaludin Jauhari menambahkan, mereka mulai banyak job sejak tahun 2010. Bahkan dalam waktu satu pekan bisa tiga kali manggung, dan tarif pada saat itu sekitar Rp 300 ribu. Hingga saat ini tarif Ibaratskata menyesuaikan acara dan lokasi. Mereka juga pernah sepi job, sekitar pertengahan tahun 2014 hingga berganti tahun 2015 baru mulai ramai job lagi.

Awang begitu Awaludin Jauhari akrab disapa, mengaku hanya latihan saat ada job manggung saja. Menjelang acara kurang sepekan atau dua pekan biasanya mereka baru mengagendakan untuk latihan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER