31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKISAHWitono dan Istrinya...

Witono dan Istrinya Tak Menyangka, Tengah Malam Didatangi Empat Pemuda dan Memberikan Bungkusan

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Waktu menunjukan pukul 23.30 WIB, di sebrang jalan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus mulai sepi. Terlihat dua orang tua renta duduk di emperan Mall Ramayana Kudus. Tak lama datang empat pemuda memberikan nasi bungkus kepada mereka. Dua orang tua itu yakni Witono (66) dan istrinya, Ranem (55). Mereka merasa senang dan bersyukur mendapat nasi bungkus dari orang yang tidak dikenalnya.

Witono dan Istrinya
Witono dan Istrinya. Foto: Ahmad Rosyidi

Witono berbagi cerita kepada Seputarkudus.com, dirinya merasa sangat senang dan bersyukur masih ada pemuda yang mau berbagi seperti komunitas Sedekah Tiap Malam Jumat (STMJ). Dia tidak kenal dengan pemuda yang memberinya nasi, dia hanya bisa mendoakan semoga mereka mendapat balasan dari Tuhan atas kebaikan mereka.

“Saya merasa senang dan bersyukur, meski saya tidak kenal tapi saya senang masih ada pemuda yang mau memberi. Saya cuma bisa mendoakan semoga Tuhan yang membalas kebaikannya. Alhamdulillah dapat rezeki, jadi bisa saya buat sarapan sama istri saya besok pagi”, ungkap pria asal Jepara itu.

- Ads Banner -

Witono megungkapkan, makanan yang dia dapat akan dimakan pagi hari untuk sarapan bersama istrinya. Dia juga mengaku mengemis di Kudus karena merasa sudah renta dan tidak bisa bekerja. Dia tidak merasa malu, karena dia tidak mencuri dan melakukan kejahatan.

Andri Fitriyanto (27) satu diantara anggota STMJ, mengaku baru pertama melakukan aktivitas berbagi nasi bungkus kepada pekerja malam dan orang-orang yang dinilai kurang mampu. Dia juga menjelaskan komunitas STMJ masih baru di Kudus, anggotanya saat ini baru empat orang. Meski sudah ada komunitas berbagi nasi, mereka memilih membentuk STMJ karena semua anggotanya bekerja dan merasa luang saat malam hari.

“Ini baru pertama kali kami berkumpul dan berbagi nasi, sebelumnya kami hanya berkomunikasi melalui media sosial. STMJ sudah ada di beberapa kota, seperti Jogja dan Semarang ada, kami juga sering berkomunikasi dengan teman-teman di sana,” ungkap Andri sapaan akrabnya.

Andri juga menjelaskan komunitas STMJ sangat terbuka untuk teman-teman yang ingin berbagi. Tidak ada syarat, tidak perlu mengisi formulir, menyerahkan foto copy kartu identitas atau membayar uang kas. Dia mempersilahkan semua orang yang ingin berbagi boleh bergabung dengan komunitasnya. Untuk sementara STMJ berkumpul setiap malam jumat di Taman Bojana pukul 22.00 WIB.

“ Asalkan ingin berbagi, sedekah, semua boleh gabung dengan kami. Tidak ada syarat tertentu, seperti mengisi formulir, menyerahkan foto copy kartu identidas atau bayar uang kas. Uang untuk beli nasi juga iuran, jadi ya seikhlasnya teman-teman saja”, jelas pria warga Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus itu.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler