31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKUDUSSuwarno Tak Ingin...

Suwarno Tak Ingin Berjualan Putu Siang Hari, Tapi Tak Tega Anak dan Istri di Wonogiri

SEPUTARKUDUS.COM, PURWOSARI – Seorang lelaki tua terlihat duduk di trotoar Jalan Kudus Jepara, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, tak jauh dari Swalayan ADA. Di sisi kanan dan kirinya terdapat dua kotak yang tampak mengeluarkan asap di atasnya. Lelaki tersebut bernama Suwarno (60), seorang penjual kue putu
keliling. 

Penjual Kue Putu Keliling di Kudus

Meski dihinggapi perasaan bersalah, dia tetap berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain, untuk berjualan kue putu pada siang hari selama Ramadan ini. Hal itu dilakukan demi menyukupi kebutuhan istri dan tiga anaknya di Wonogiri. Meski berjualan kue putu pada siang hari, Suwarno mengaku tetap berpuasa. 


“Aku berpuasa tapi aku tetap berjualan kue putu. Aku
tahu tidak baik berjualan makanan di bulan Ramadan pada siang hari. Tetapi demi
mendapatkan uang untuk keperluan istri dan anaku di Wonogiri, aku harus tetap
berjualan,” ujar lelaki yang telah berjualan kue putu di Kudus selama 10 tahun, kepada Seputarkudus.com.

Di bercerita, dirinya mulai berjualan kue putu di Kudus pada awal tahun 2006. Dia tidak sendiri, ada tiga temanya dari Wonogiri yang juga berjualan makanan isi gula Jawa tersebut. Selama di Kudus, dia hidup mengontrak bersama tiga rekannya.

“Selama di Kudus aku hidup mengontrak bersama tiga temanku di
sebuah kontrakan yang berada di Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.
Kami berempat iuran Rp 100 ribu per orang setiap bulan, untuk membayar
kontrakan tersebut,” kata Suwarno.
Pria yang mengaku mempunyai tiga anak itu mengungkapkan,
sebenarnya berjualan kue putu  tidak
seberapa hasinya. Jika kue putu miliknya habis terjual, dia mendapatkan
uang sekitar Rp 120 ribu. Setelah pendapatan itu dipotong untuk membeli bahan kue dan bahan bakar, Suwarno hanya mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 60 ribu.
“Karena penghasilan
yang minim, aku tidak bisa menyekolahkan anakku yang pertama ke SMA (sekolah menengah atas). Dia hanya lulus SMP. Sedangkan anakku yang kedua,
baru duduk di kelas lima (SD) sekolah dasar. Dan anakku yang ketiga baru mau masuk
SD tahun ini,” ujar Sumarno sambil mencuci bambu, cetakan kue putu.

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler