BETANEWS.ID, KUDUS – Masa panen yang tidak serentak di masing-masing daerah membuat harga gabah melambung tinggi. Petani Undaan salah satu yang merasakan harga tinggi ini karena jarang terjadi di masa panen sebelum-sebelumya.
Salah satu petani, Muksinin, mengakui, harga panen padi kali ini paling tinggi jika dibandingkan dengan 10 tahun terakhir. Hal itu yang membuat Muksinin merasa senang karena petani kali ini merasa diangkat atau diperhatikan.
“Ya, saat ini petani memang terjunjung tinggi, dengan harga panen padi yang sedang tinggi. Kami merasa senang karena alhamdulillah tidak ada kendala hingga panen musim tanam pertama (MT 1),” bebernya di Persawahan Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Sabtu (20/1/2024).
Baca juga: Petani Undaan Girang Harga Gabah Tinggi, Tembus Rp10 Ribu per Kilogram
Ia menyebut, di periode MT 1 untuk hasil padi di wilayah Undaan bagus. Bahkan berat timbangannya melebihi target atau melebihi hasil panen biasanya. Kondisi cuaca cerah sejauh ini berimbas padi hasil panen yang mereka tanam.
“Sawah saya di dua titik, di Desa Kalirejo dan daerah Demak sudah panen semua. Harganya pun tinggi. Sejauh ini untuk harga masih stabil di angka Rp7,6-7,8 ribu per kilogram. Sedangkan harga padi ketan hingga Rp10 ribu. Kadang ada yang lebih, tergantung tanamannya,” ungkap warga Medini RT 6 RW 3 itu.
Dalam dua lahan itu dia menghasilkan 11 kuintal atau 1,1 ton dengan ukuran sawah sekitar 2.000 meter persegi. Menurutnya, hasil itu dianggap wajar karena biasanya bisa menghasilkan padi 1 ton.
Editor: Ahmad Muhlisin

