BETANEWS.ID, KUDUS – Kerugian PT Enggal Subur Kertas, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, yang terbakar, Jumat (14/7/2023) ditaksir mencapai Rp17,5 miliar.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji, menjelaskan, kerugian tersebut dari jumlah kertas yang terbakar di gudang penyimpanan sebanyak 35 ribu ton. Selain itu, ada juga kerugian dari kendaraan yang ikut terbakar, meliputi, empat kendaraan karyawan, dua mobil operasional, dan dua forklift.
Baca juga: Pabrik Kertas di Terban Kudus Dilalap Api
“Sementara ini belum ada korban jiwa. Kalau tadi saya minta pendapatnya dari pihak pabrik sini (PT Enggal Subur Kertas), kerugian kurang lebih hampir Rp17,5 miliar,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (15/7/2023).
Meski sudah mengetahui jumlah kerugian yang dialami, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Ia menyebut, lokasi kebakaran itu berukuran 70×70 meter.
“Dugaan penyebab kebakaran sementara masih diselidiki, kami belum bisa membicarakan itu. Nanti tolong bisa dimintai keterangan dari pabriknya. Yang penting pemadaman ini selesai, sekitaran penduduk juga aman,” tutur Munaji.
Ia menambahkan, saat ini tim pemadam kebakaran dari tim BPBD Kudus, Damkar Nojorono, Damkar Djarum,Ddamkar Satpol-PP, dan Damkar Sukun hingga saat ini masih melakukan pemadaman.
Baca juga: Belasan Jam Berlalu, Kebakaran di PT Enggal Subur Kertas Belum Bisa Dipadamkan
“Saat ini masih proses pemadaman, karena kertas itu kan harus diantisipasi terus. Karena kertas ini berlipat-lipat tentunya perlu penanganan lebih lanjut, beda dengan kebakaran yang lain,” ungkapnya.
“Semuanya bersinergi, kurang lebih ada 8 mobil damkar untuk memedamkan api, kita bolak-balik ambil air untuk memadamkan. Alhamdulillah untuk airnya disuplai dari PT Enggal Subur Kertas,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

