31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Sulimah Berharap Ada Lahan Parkir Baru di Kios Utara GOR Bung Karno

SEPUTARKUDUS.COM, WERGU WETAN – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) tampak memadati Aula Taman Krida Wergu Wetan Kudus. Mereka duduk sambil mendengarkan beberapa pejabat Kabupaten Kudus yang sedang berpidato. Mereka adalah para PKL yang biasa berjualan di kawasan Taman Wergu. Mereka datang ke tempat itu untuk menghadiri Deklarasi dan Pengukuhan Paguyuban PKL dan Permainan GOR Wergu.

Deklarasi dan Pengukuhan Paguyuban PKL dan Permainan GOR Wergu 2017_5
Deklarasi dan Pengukuhan Paguyuban PKL dan Permainan GOR Wergu. Foto: Imam Arwindra

Satu di antara PKL yang menghadiri acara tersebut yakni Sulimah (53). Dia berjualan di kios sebelah utara Taman Wergu. Dia mengaku sangat senang dengan terbentuknya paguyuban PKL yang ada di GOR Wergu.

“Memang dari dulu saya berharap ada paguyuban PKL di sini. Misal kalau ada apa-apa kan bisa minta tolong paguyuban,” ungkapnya saat ditemui di saat berlangsungnya kegiatan, Sabtu (6/5/2017)

-Advertisement-

Penjual lentog Tanjung dan es degan selama 30 tahun di kawasan GOR itu mengungkapkan, sebelum mendapatkan kios dirinya berjualan lesehan di bawah pohon sekitar taman. Menurutnya, saat dirinya mulai berdagang belum ada lapangan bola dan taman. “Dulunya PKL amburadul. Pokoknya tidak tertata,” jelas pedagang yang menempati kios nomor empat dan lima.

Dengan dibentuknya paguyuban, dirinya berharap ada usulan ke dinas terkait untuk membangun kios lagi. Agar para anggota PKL GOR Wergu dapat memiliki tempat yang layak. Selain itu, dia juga mengusulkan agar penataan parkir di kios PKL sebelah utara lebih ditata.

Menurutnya, selama ini jalan depan kios yang sekaligus menjadi tempat parkir sangat padat. Kadang untuk mobil lewat pun kesulitan. “Semoga parkirnya dapat ditata lebih baik atau malah bisa ditambah tempat parkir baru,” tambahnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL GOR Wergu Amin Khundori yang baru saja dikukuhkan menuturkan, terdapat 258 PKL di sana. Menurutnya para PKL tersebut di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus. “Pembina paguyuban ada dua yakni Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan Kudus,” ungkapnya selepas kegiatan.

Menurutnya, Paguyuban GOR Wergu yang baru saja dikukuhkan berbeda dari paguyuban lainnya di Kudus. PKL yang ada di GOR Wergu bukan hanya berjualan makan dan minuman, tapi juga penyedia jasa arena permaianan, penjual tanaman dan wisata dokar.

“Jumlahnya ada 258 PKL. 17 PKL penyedia arena permainan, Tujuh penyedia jasa dokar wisata dan delapan orang yang menjual tanaman. Selebihnya makanan dan minuman, ” jelasnya.

Amin menjelaskan dengan adanya paguyuban sangat menguntungkan para PKL. Menurutnya, para PKL akan lebih ditata rapi dan tentunya akan menarik minat para pengunjung yang datang.

Dia memberitahu, di tempat PKL berjualan, sekarang sudah diberi daftar harga. Menurutnya hal tersebut upaya dari paguyuban agar para konsumen bisa melihat jelas daftar menu dan barang yang ditawarkan. “Setiap tempat berjualan sudah diberi dafar harga. Ya supaya masyarakat yang datang tidak ada yang ketengkik,” ungkapnya.

Selain itu, kata Amin, adanya paguyuban juga bisa menjadi penyalur aspirasi PKL maupun konsumen kepada Pemerintah Kabupaten Kudus. Bagi PKL maupun konsumen yang mau mengadu seputar PKL di GOR Wegu dapat melalui dirinya maupun anggota paguyuban.

Dia menambahkan, saat ini dirinya sedang mengusulkan untuk pembangunan kios PKL di sebelah selatan Taman Wergu. Menurutnya, untuk kios di sisi utara taman sudah dibangun dan ditempati, tinggal di sisi selatan yang masih menggunakan grobak dan tenda yang masih menyatu dengan dinding stadion.

“Kedepan sepanjang jalan menuju Taman Balai Jagong juga akan ditempati PKL. Depan Perpustakaan (Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus) pun juga,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER