BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, Siti Rochmah tampak sibuk menempel pernah pernik yang yang lepas dari beberapa baju adat yang baru disewa orang. Setelah selesai, ia kembali berjibaku dengan mesin jahit untuk menyelesaikan kostum drum band pesanan pelanggan.
Sehari-hari, Siti memang lebih banyak mengurusi usaha persewaan baju adat itu, lantaran telah jadi sumber penghasilannya sejak 1995. Usaha yang terbersit sejak ia punya tujuh anak itu memang terbukti menjanjikan karena dari sanalah ia bisa menyekolahkan semua anaknya hingga perguruan tinggi.
“Keinginan untuk menyekolahkan tujuh anak membuat saya ingin punya penghasilan lebih, sehingga akhirnya muncullah usaha ini,” ungkapnya Selasa (10/1/2022).
Baca juga: Ingin Sewa Baju Adat dan Kostum Terlengkap dan Murah di Kudus? Salon Liliput Tempatnya
Bermodalkan ilmu otodidak dan jiwa seninya yang telah tertanam sejak muda, Siti lantas membuat baju profesi untuk disewakan. Baju profesi itu dibuat sendiri olehnya mulai dari pola desain hingga menjahit. Dari situ, banyak yang menyewa baju profesi buatannya.
“Awalnya dari baju profesi, kemudian liat peluang lain seperti baju adat dari berbagai daerah di 34 provinsi. Untuk aksesoris juga kita bikin sendiri, saya orangnya nggak bisa diam aja, nggak mau rugi waktu dan lainnya,” jelasnya.
Sejak tahun 1995 hingga saat ini, jasa sewa pakaian itu mulai merambah tidak hanya pakaian adat daerah dan profesi, ada kostum drum band, fashion show dan jasa make up yang berjalan hingga saat ini.
Baca juga: Cerita Sukses Mimi Jual Boneka Rajut Baju Adat Nusantara
Dirinya juga menerima pesanan untuk jahit pakaian pernikahan. Pelanggan yang membeli atau pun menyewa itu datang dari berbagai kota, dari Kudus, Pati, Demak, Jepara, Semarang, Jakarta, Kalimantan. hingga Jepang.
Untuk sewa busana harganya variatif, tergantung jenis pakaian adat dan aksesorisnya, yakni mulai dari Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per setelnya.
“Pengennya lebih luas lagi jangkauannya untu sewa dan jual pakaian adat dan lainnya. Pengen lengkap bisa bikin EO, ada fotografer dan lainya yang lahir dari anak-anak saya sendiri,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

