BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, kedai U-Nik Food & Drink tampak ramai oleh pelanggan yang datang silih berganti. Kebanyakan dari mereka memesan untuk dibawa pulang atau take away. Di sana, seorang wanita tampak berjibaku membuat menu pesanan pembeli baik makanan maupun minuman. Dia adalah Pemilik kedai U-Nik Food & Drink, Uliya Nikmah (31).
Saat ditemui di outletnya, Uliya bersedia berbagai cerita dalam merintis usahanya tersebut. Kata Uliya, awalnya ia hanya menjual roti maryam dan sambosa dengan sistem pre-order di 2017.

“Alasannya karena ingin punya usaha sampingan, terus cari apa makanan yang unik dan jarang atau belum banyak ditemui dan dijual di Kudus,” jelasnya, Sabtu (10/12/2022).
Baca juga: Mencicipi Roti Maryam Khas Timur Tengah di U-Nik Food & Drink
Waktu itu, Uliya memanfaatkan Facebook dan Instagram untuk manawarkan jualannya. Benar saja, karena belum banyak dijumpai di Kudus, makanan tersebut laku dan banyak dipesan.
Selama berjualan, Uliya masih menjalankan aktivitasnya sebagai pegawai staf pabrik di Jepara. Setiap hari, sepulang kerja ia mengantar pesanan dan membuat camilan tersebut di malam hari.
“Saya menamai usaha ini U-Nik diambil dari nama saya Uliya Nikmah dan konsep awal menu ini. Terus belajar bikin secara otodidak dari YouTube. Saya suka masak akhirnya ketemu saudara dikasih resep yang pas hingga kini,” terangnya.
Seiring berjalannya waktu dan usahanya makin berkembang, pada 2020 ia memindahkan usahanya itu dengan mengontrak ruko di Jalan Kyai Noorbadri Syahid, Desa Langgardalem, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di ruko itu, ia juga menambah usaha franchise minuman kekinian New Story sebagai pendamping camilannya.
Baca juga: Ingin Urus Anak Lebih Maksimal, Vita Pilih Resign dari Pabrik dan Rintis Usaha Steamboat
Di kedainya itu, Uliya menwarkan beberapa varian roti Maryam, seperti roti Maryam original, cokelat, keju, dan cokelat kacang. Lalu untuk sambosa ada sambosa isi daging, ayam serta tersedia pula burger, sosis hingga kebab.
Warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus itu mengaku, kini ia memiliki dua karyawan yang berjaga di kedainya yang buka setiap hari pukul 10.00-20.00 WIB, serta tersedia di GrabFood dan Kopdar.
“Rata-rata terjual 5 sampai 10 porsi roti Maryam atau sambosa setiap harinya. Ramainya di jam makan siang. Pembelinya dari Kudus hingga se-karisidenan Pati dan Semarang,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

