Jenuh Ditinggal Suami Bekerja ke Korea, Ana Berjualan Jilbab Sambil Mengasuh Anak

SEPUTARKUDUS.COM, KALIREJO – Di sebelah barat Pasar Kalirejo, Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, tepatnya Kios Nomor 42 tampak seorang perempuan sedang merapikan dagangannya. Perempuan berbaju putih dan berjilbab itu sedang sibuk melipat dan menata puluhan jilbab yang akan dijualnya. Perempuan itu bernama Ana Nuryani Latifah (30). Dia berjualan, awalnya hanya ingin mengisi waktu luang.

Ana menata produk jilbab yang akan dia jual di kios Pasar Kalirejo
Ana menata produk jilbab yang akan dia jual di kios Pasar Kalirejo. Foto: Rabu Sipan

Sambil terus mengemas dagangannya, perempuan yang akrab disapa Ana itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya berjualan jilbab. Dia mengungkapkan, niat awal berjualan jilbab hanya untuk membuang kejenuhan, karena menjadi ibu rumah tangga. Menurutnya, saat anak semata wayangnya pergi ke sekolah dirinya merasa jenuh, karena tidak ada memiliki kegiatan.

-Advertisement-

“Selain itu, sudah dua tahun suamiku bekerja di Korea (Korea Selatan). Karena itulah setelah anaku pergi ke sekolah, aku tidak punya kegiatan dan merasa jenuh. Tapi suamiku melarangku kerja. Karena aku juga ingin punya kegiatan yang menghasilkan, lalu aku izin suamiku untuk berjualan,” ungkapnya.

Perempuan lulusan Sarjana Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang itu mengaku, suaminya mengizinkan dirinya berjualan dengan syarat, mengurus anak tetap prioritas utama. Setelah izin dari suami didapat, dia mulai berjualan di Pasar kalirejo. Kebetulan, mertuanya punya kios kosong tak terpakai.

Warga Desa Medini, Undaan, Kudus itu mengatakan, menjual produk jilbab di antaranya, jilbab pasmina yang dijual dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu per pcs. Jilbab syar’ i dijual mulai harga Rp 90 ribu sampai Rp 150 ribu. Dan jilbab Casablanka Omama serta Omama Platinum ditawarkan dengan harga antara Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu per pcs.

Di kiosnya, dia juga menyediakan jilbab syiria yang dibanderol Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu. Jilbab serut pet antem dan jilbab lazer jeblok, dijual mulai Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu per pcs. “Selain jilbab dewasa aku juga menyediakan jilbab untuk anak-anak. Aku juga menjual jilbab untuk seragam sekolah,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, saat ramai dirinya mampu menjual jilbab sekitar 20 pcs sehari. Dan saat sepi, sehari hanya mampu menjual sekitar 10 pcs. Dia mengatakan, tidak menawarkan jilbab dagangannya melalui online. Namun, tak jarang dia menerima pesanan dari sahabat, kerabat dan lainnya dari media sosial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER