BETANEWS.ID, CILACAP – Masyarakat di empat desa di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, menggelar tumpengan raksasa bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (2/9/2022). Tumpengan itu sebagai bentuk rasa syukur atas jalan beton yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena bisa mengingkatkan perekonomian warga setempat.
Selepas salat Jumat, sekitar pukul 13.00, warga sudah berkumpul di jalan beton baru itu. Dari anak-anak hingga orang tua penuh sesak menantikan kedatangan Ganjar. Tumpeng ukuran besar yang dibuat dari nasi dilengkapi dengan lauk dan sayuran pun sudah siap.
Begitu Ganjar tiba di lokasi, warga langsung menyambut dengan tarian diiringi alunan gamelan dari pengrawit. seketika itu, Ganjar langsung larut di tengah masyarakat yang sudah menunggu.
Setelah beberapa sambutan termasuk dari Ganjar Pranowo, acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Usai doa, Ganjar secara simbolis memotong tumpeng dan menyantap hidangan khas desa bersama masyarakat. Ia duduk lesehan di tengah kerumunan warga yang ikut mengambil makanan dari tumpeng raksasa itu.
“Saya dulu pernah ke sini, di ruas jalan bagian Utara. Di sana juga dibangun terus membuat tumpeng panjang sekali. Sekarang di sini (ruas jalan di Desa Pesanggrahan). Itu karena memang mereka ingin menyampaikan terima kasih saja. Itulah gaya rakyat yang menurut saya dengan orisinalitasnya punya gawe yang merasa dimiliki bersama. Ini saya titip, guyub rukunnya untuk dijaga. Mudah-mudahan nanti dibereskan sampai ujungnya,” kata Ganjar usai acara.
Baca juga: Dari 7.190 Aduan Jalan Rusak di Jateng, 4.992 Laporan Telah Ditangani
Jalan beton sepanjang delapan kilometer itu diresmikan oleh Ganjar pada 2019 lalu. Jalan itu melintasi empat desa yaitu Desa Pesanggrahan, Karang Jengkol, Keleng, dan Ciwuni. Jalan itu dibangun dari dana gotong royong yang berasal dari Bantuan Gubernur senilai Rp7 miliar, anggaran pemerintah pusat Rp5 miliar, dan pemerintah kabupaten Rp4 miliar. Sejak diresmikan, jalan itu memberikan kemudahan akses transportasi dan mendongkrak perekonomian warga sekitar.
“Ini hasil perjuangan yang sangat panjang dari empat Kades. Perjuangan panjang itu hari ini menghasilkan sesuatu yang mulai bisa dilihat. Pertaniannya jalan, ekonomi berkembang, dan dulu waktu saya jalan ke sini jalannya lumayan hancur dan bantuan keuangan dari provinsi alhamdulillah bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Ganjar.
Editor: Ahmad Muhlisin

