Pemusik Jalanan Berharap Pemerintah Mau Buatkan Tempat Ngamen di Kawasan Wisata

BETANEWS.ID, MAGELANG – Para pelaku seni khususnya seni musik tradisional di Magelang berharap pemerintah setempat mengupayakan tempat pertunjukan di kawasan wisata. Mengingat, di daerah tersebut masih banyak pelaku kesenian yang kesulitan mencari uang untuk bertahan hidup.

Pengamen Angklung Rian Kurniawan mengaku sehari-hari hanya mendapatkan uang Rp100 ribud ari hasil mengamen di Pertigaan Semen, Magelang. Uang segitu didapatkannya dalam kondisi ramai yakni pada weekand atau musim liburan. Maka dari itu, Ia dan kawan-kawan berharap para pengamen tradisional angklung mendapat lokasi di daerah wisata atau daerah yang ramai.

“Harapanya sama pemerinta dikasih tempat wisata, seperti di Malioboro. Dikasih tempat yang ramai, yang bagus lah,” harap Rian Kurniawan, Kamis (30/6/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Pengamen Angklung di Magelang yang Bertahan Hidup dengan Musik

Menurutnya, dengan mengamen mengunakan musik tradisional angklung, sudah selayaknya mendapat perhatian dari masyarakat. Jika para pengamen seperti ini diberikan tempat ramai atau lokasi wisata, tentu akan menambah daya tarik objek kunjungan tersebut.

Apalagi, di Magelang banyak lokasi wisata yang layak sebagai tempat mengamen para pemain angklung. Di Borobudur, misalnya, jika diberikan tepat untuk para pemain angklung akan menambah seru bagi para pengunjung.

“Semoga suatu hari nanti bisa ada tempat untuk mengamen di kawasan wisata,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER