BETANEWS.ID, MAGELANG – Pemerintah berencana memberlakukan tarif untuk naik ke atas Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 1,4 juta untuk wisatawan Mancanegara.
Meski begitu, hal tersebut hingga saat ini belum berpengaruh terhadap turunnya jumlah wisatawan yang datang ke Candi Borobudur.
Baca juga : Bukan Tiket Masuk Borobudur yang Bayar Rp750 Ribu, Ini Penjelasan Lengkap dari Ganjar
Wisatawan tetap ada yang mengunjungi candi peninggalan kerajaan Hindu Budha tersebut. Pasalnya untuk masuk komplek Candi Borobudur tetap dikenakan tarif normal.
“Saat ini pengunjung sepi bukan karena tarif naik, memang karena musim liburan sudah lewat. Dan musim liburan anak sekolah belum mulai,” ujar Santo, pedagang keliling di area candi Borobudur.
Ia menjelaskan, saat ini para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara tetap ada yang datang. Meski tak sebanyak musim liburan, wisatawan yang datang tak bisa dikatakan menurun drastis.
“Mungkin jumlahnya menurun, tapi bukan berarti sama sekai tak ada yang datang. Yang tarifnya naik kan yang untuk naik ke atas candi,” jelasnya.
Sementara itu, Budi, pengelola parkir luar area Candi Borobudur mengatakan, untuk saat ini sepinya pengunjung bukan karena isu kenaikan harga tiket.
“Sepi ini bukan isu kenaikan harga tiket, ya memang karena bukan hari libur saja. Kalau hari Jumat, Sabtu dan Minggu, wisatawan cukup ramai,” jelas Budi.
Baca juga: Borobudur Edupark, Tempat Wisata Baru yang Bisa Eksplore Misteri Borobudur
Ia juga menjelaskan, isu kenaikan tarif memang menjadi simpang siur. Banyak juga wisatawan yang belum memahami tentang kenaikan tarif.
“Banyak juga pengunjung yang bertanya terlebih dahulu tentang tarif Rp 750 ribu. Kita bantu kasih penjelasan, kalau kenaikan tarif yang segitu itu, untuk yang naik ke puncak candi,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

