SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Ratusan mahasiswa nampak menyaksikan serunya pertandingan basket di lapangan olahraga Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (9/3/2017) sore. Ditengah lapangan, sejumlah perempuan mengenakan seragam berwarna biru dan merah sedang bertanding. Seorang perempuan berseragam biru terlihat lincah mendribel bola. Meski beberapa kali dijatuhkan lawan dia tetap bangkit lagi.

Perempuan itu yakni Ragelia Indah Setyowati (20), mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK. Kepada Seputarkudus.com, dia sudi berbagi kisah tentang pengalamannya mengikuti olahraga basket. Dia mengatakan, ibu jarinya sempat hampir diamputasi karena infeksi. “Waktu itu saya sedang mengikuti pertandingan basket lupa memotong kuku. Diperiksa wasitnya disuruh motong kuku, karena buru-buru jadi ibu jari saya terluka. Kemudian infeksi sampe beberapa bulan,” terangnya usai menjalani laga dalam kejuaraan basket di UMK, kemarin.
Ragel, begitu perempuan itu akrab disapa, mengaku sempat takut karena lukanya tak kunjung sembuh. Dia sudah ke dokter untuk mengobati lukanya, tetapi masih belum sembuh. Kemudian, ibu jari yang sudah bernanah itu dipencet kakaknya, hingga nanahnya keluar. Perlahan, ibu jarinya itu sembuh.
“Tak ada pilihan lain, saya pasrah saja dipencet sekeras-kerasnya oleh kakak saya. Lagi pula bapak saya bilang, bisa diamputasi kalau nanahnya tidak bisa keluar, jadi saya takut. Waktu ibu jari saya masih sakit, karena tim saya kekurangan pemain jadi saya tetap ikut bertanding, tapi akhirnya kalah,” ungkap anak terakhir dari dua persaudara itu sambil tertawa.
Ragel mengikuti olahraga basket sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 2 Kudus. Dia mengikuti ekstrakurikuler olahraga basket karena dia merasa perempuan tomboy. Selain basket, Ragel juga ikut futsal, voli, dan badminton. Dari sejumlah olahraga yang diikuti, basket menjadi olahraga yang paling disukainya. Dia juga pernah mewakili Kudus lomba basket antar pelajar tingkat Karesidenan Pati.
“Saya paling suka basket, alhamdulillah ini tadi tim basket putri FKIP UMK bisa menang dan melaju ke final. Saya tidak memikirkan angka, yang penting saya melakukan yang terbaik dan bermain bagus,” terang warga Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus itu usai bertanding.
Tak lama seusai pertandingan, nampak seorang pria membawa kamera ditepi lapangan. Dia adalah Ketua Panitia Pekan Olahraga Mahasiswa UMK, Sugiarto (22). Dia mengungkapkan, kegiatan yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga UMK itu berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 9 Maret 2017 hingga hingga 12 maret 2017. Dia juga merinci sejumlah lomba dalam kegiatan tersebut.
“Ada lomba badminton ganda putra dan putri, basket putra dan putri, futsal putra dan putri, serta voli putra dan putri. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan dari setiap Fakultas di UMK. Dan juaranya nanti mendapat piala, piagam, dan sejumlah uang pembinaan,” jelas atlet karate itu.

