BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melalui Kasi Surveilens dan Imunisasi Aniq Fuad menyebut, ada satu rumah sakit di Kudus yang memiliki vaksin Covid-19 jenis Astrazeneca sudah kedaluwarsa. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 2.700 dosis.
“Yang jelas saya sudah menemukan (vaksin) Astrazeneca yang ED (expired) itu sekitar 2.700 dosis. ED-nya per tanggal 29 Oktober,” katanya, Senin (1/11/2021).
Baca juga : Vaksinasi Lansia di Kudus Ditarget Capai 50 Persen Sebelum Tutup Tahun
Aniq menegaskan, bahwa itu bukan kesalahan dari DKK Kudus maupun rumah sakit. Sebab, dropping vaksin jenis Astrazeneca diterimanya pada tanggal 16 Oktober 2021. Data ini, menurutnya bisa bertambah. Terlebih saat itu Kudus menerima dropping vaksin AZ sebanyak 41 ribu dosis.
“Kita hanya punya waktu 13 hari harus menghabiskan 41 ribu dosis,” sambungnya.
Masyarakat yang termakan isu hoaks terkait vaksin AZ, menurut Aniq juga membuat penyerapan vaksin ini tidak maksimal.
Vaksin yang sudah kedaluwarsa, sesuai dengan kebijakan dari Dirjen Imunisasi, vaksin jenis AZ akan tetap disimpan di suhu standar 2-8 derajat. Untuk selanjutnya akan didata dan bisa dikembalikan ke pusat.
“Untuk yang sudah ED, ini nanti perintah dari Dirjen Imunisasi tetap disimpan di suhu standar 2-8 derajat. Nanti didata dan bisa dikembalikan ke pusat,” ungkapnya.
Sejauh ini, papar Aniq, Kabupaten Kudus sendiri telah menerima vaksin jenis AZ lebih dari 100 ribu dosis. Di samping itu, vaksin AZ yang masih tersisa dan belum kedaluwarsa, akan disuntikkan untuk dosis pertama.
Baca juga : Sempat Takut Karena Terpengaruh Hoaks, Listiani Senang Akhirnya Bisa Divaksin
Sementara untuk penyuntikkan vaksin dosis kedua sendiri, menurut Aniq akan terus dilakukan. Kekurangannya sekitar 100 ribu dosis lebih.
“Kalau untuk dosis kedua, kalau saya hitung masih sekitar 100 ribu lebih. Sedangkan Sinovac 70 ribu. Kan 100 ribu lebih itu campur-campur, ada Astrazeneca, ada yang Sinovac,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

