BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa desa di Kabupaten Kudus, saat ini sudah mulai mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) untuk tahap enam. Hal itu sebagai upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.
Salah satu desa yang sudah mencairkan BLT DD tersebut adalah Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Namun, ada yang berbeda dari biasanya dalam proses pencairan bantuan tersebut.
Pemerintah desa setempat, mewajibkan penerima bantuan untuk mengikuti vaksinasi yang telah disediakan di balai desa, sebagai salah satu syarat untuk bisa mencairkan dana bantuan tersebut.

Baca juga : Kepala DKK Sebut Vaksinasi di Kudus Setiap Harinya Capai Sekitar 5 Ribu Sasaran
Kepala Desa Jepang Indarto mengatakan, jika vaksinasi itu adalah upaya untuk mempercepat pemberian vaksin, khususnya warga Jepang.
Bertempat di Balai Desa Jepang, seperti proses vaksinasi pada umumnya, setiap warga yang akan mencairkan dana bantuan, akan diarahkan petugas untuk menuju tempat vaksinasi. Kemudian, warga dicek kondisinya terlebih dahulu.
“Dalam proses skrining, warga akan dicek kondisi tubuhnya. Apakah memiliki penyakit bawaan atau komorbid ataukah tidak. Setelah lolos dari semua proses, warga akan mendapatkan suntikan vaksin di ruang khusus. Dan berlanjut dengan menunggu sekitar 30 menit, untuk mengetahui apakah ada KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi),” ungkapnya, Senin (5/7/2021).
Indarto menjelaskan, ada 190 sasaran yang ditargetkan mendapat vaksinasi. Namun menurutnya, sebagian warga sudah ada yang mendapatkan vaksin sebelumnya. Sehingga tidak perlu mengikuti vaksinasi lagi.
Sementara bagi warganya yang tidak lolos saat skrining sebab komorbid, mereka masih bisa mendapatkan dana BLT DD. Hanya saja, di lain waktu setelah penyakitnya sudah sembuh, mereka wajib untuk melakukan vaksinasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadono mengapresiasi apa yang dilakukan Pemdes Jepang. Bahkan pihaknya berharap, agar langkah yang dilakukan Pemdes Jepang bisa ditiru oleh desa-desa lainnya. Mengingat proses vaksinasi sedang gencar dilakukan di semua wilayah.
“Harapan kami inovasi ini bisa dilakukan desa lain. Di samping penyaluran BLT, dapat uang dan juga dapat vaksin,” terangnya.
Baca juga : Sambut HUT Bhayangkara, Polres Kudus Gelar Vaksinasi Massal
Dari pantauan yang dilakukan, pihaknya baru menemukan kegiatan ini di Desa Jepang. Meskipun vaksinasi massal sudah banyak ditemukan di setiap desa.
“Setahu saya baru Desa Jepang yang melakukan ini. Kalau ada yang ingin berinovasi lain, saya serahkan kepada mereka,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

