31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Soal Impor Beras, Ganjar: ‘Petani Tidak Usah Khawatir dan Jangan Panik’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Petani di Jawa Tengah diminta untuk tidak khawatir adanya isu impor beras yang beberapa waktu terakhir ini menyeruak ke publik. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yakin, Pemerintah Pusat tidak akan terburu-buru untuk mengambil kebijakan itu.

“(Petani) tidak usah khawatir. Sebaiknya semua menahan diri dulu (tidak impor) agar petani kita bisa mendapatkan hasil panennya,” ujar Ganjar Pranowo usai menerima Rektor UGM Prof Panut Mulyonodan tim GeNose C19 di rumah dinasnya, Jumat (19/3) malam.

Ganjar mengatakan, yang mendesak untuk dipikirkan saat ini adalah serapan gabah atau beras petani agar lebih cepat. Sebab, lanjut Ganjar, hal itu akan membuat para petani merasa nyaman dan sejahtera.

-Advertisement-

Baca juga: Kritisi Rencana Impor Beras, Ganjar: ‘Tolong Perhatikan Nasib Petani, Ini Sudah Musim Panen’

“Karena ongkos produksinya kemarin tidak cukup murah itu agak mahal justru maka petani Jateng hari ini butuh perlindungan, maka jangan sampai ada keputusan yang nanti menyinggung perasaan petani,” ujarnya.

Ganjar meyakini, pemerintah pusat tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan impor beras di tengah musim panen raya. Ganjar mengaku akan terus berkomunikasi dengan pusat soal hal ini.

“Petani jangan panik ya, insyaallah kita juga akan komunikasi dengan pempus dan saya haqqul yakin pempus tidak akan tergesa-gesa untuk melakukan ini. Nanti-nanti saja lah di belakang-belakang ketika panen sudah beres semuanya, kita hitung kalau memang kita kurang untuk cadangan atau persiapan bencana kita lakukan. Tapi kalau hari ini, terlalu dini,” tandasnya.

Baca juga: Banyak Petani Gagal Panen, Harga Cabai di Semarang Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram

Ini kali kedua Ganjar berbicara tentang impor beras. Sebelumnya diberitakan, Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat memperhitungkan dengan matang rencana pemerintah pusat melakukan impor beras dalam waktu dekat. Sebab saat ini, para petani di Indonesia termasuk di Jawa Tengah sudah mulai memasuki musim panen padi.

“Sebaiknya diperhitungkan dengan matang, karena ini lagi mulai petani kita panen. Maka kayaknya petani butuh perhatian agar hasil panennya betul-betul bisa terbeli, karena ongkos produksinya kemarin tidak murah,” kata Ganjar ditemui usai mengikuti acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Hotel PO Semarang, Senin (8/3).

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER