BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terus mendorong percepatan program vaksinasi. Setelah tahap pertama untuk tenaga kesehatan selesai, tahap selanjutnya yang menjadi sasaran vaksinasi adalah pelayan publik.
Ganjar mengatakan, program vaksinasi selanjutnya akan dilakukan pertengahan Februari. Selain pelayan publik, Presiden meminta agar masyarakat umum yang rentan diikutkan dalam proses vaksinasi tahap kedua itu.
“Kita diminta Presiden menyiapkan kelompok masyarakat tertentu yang paling rentan untuk mendaaptkan vaksinasi bersamaan dengan pelayan publik. Misalnya pedagang pasar, pedagang keliling, dan masyarakat rentan lainnya,” kata Ganjar usai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (8/2/2021).
Baca juga: Vaksinasi Tercepat Nasional, Lima Kepala Daerah Dapat Penghargaan dari Ganjar
Untuk itu, dirinya meminta seluruh bupati/wali kota di Jateng mempersiapkan hal itu. Mereka diminta segera mendata siapa-siapa yang nantinya diikutkan dalam vaksinasi tahap kedua.
“Semua kabupaten/kota tolong menyiapkan itu satu per satu, sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. Untuk pedagang pasar, silakan koordinasi dengan lurah pasar untuk pendataan,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menjelaskan, awalnya vaksinasi tahap kedua ditujukan pada pelayan publik. Namun dengan adanya arahan Presiden untuk kelompok masyarakat lainnya diikutkan, maka nantinya perintah itu akan diakomodir.
“Rencananya minggu ketiga kita mulai vaksinasi tahap kedua untuk pelayanan publik. Namun ada sedikit perubahan, dimana dalam vaksinasi itu, akan diikutsertakan juga pedagang pasar dalam proses vaksinasi,” katanya.
Baca juga: Pakai Kaus Jogo Santri Jogo Kiai Saat Divaksin, Gus Yasin: ‘Pakunya Bumi Itu Kiai, Mari Dijaga’
Yulianto menjelaskan, dari kuota yang ada, terdapat 870.372 pedagang pasar yang menjadi target sasaran vaksinasi tahap kedua itu. Selain itu, ada juga tenaga pendidik seperti guru dan lainnya sebanyak 545.739 orang, tokoh agama 8.330, dan TNI 42.112 orang.
“Ada juga Polri sebanyak 35.487, Satpol PP 5.784, petugas frontline BUMN dan BUMD sebanyak 37.911 dan terakhir Kepala Desa serta perangkat desa sebanyak 101.517. Total sasaran dalam vaksinasi tahap kedua nanti sebanyak 1,101,513 orang,” jelasnya.
Diusahakan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua itu serentak dilaksanakan pada minggu ketiga Februari. Tentunya, pelaksanaan vaksinasi itu tidak akan selesai dalam waktu cepat, sehingga pihaknya meminta semua daerah mempesiapkan.
“Kami targetkan enam hari bisa diselesaikan semuanya. Dukungan dari vaksinator di masing-masing daerah juga sudah siap,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

