BETANEWS.ID, KUDUS – Sabtu (08/08/2020), pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja untuk Gelombang 4. Satu dari sejumlah warga Kudus yang mendaftar pada gelombang pertama yaitu Zuhri Syarofi (26), mengaku akan mencobanya lagi. Saat ini dia hanya membantu bapaknya yang memiliki usaha konveksi.
Dia berharap, dengan kuota sebanyak 800.000 peserta, dirinya bisa menjadi salah satu yang diterima. “Saya baca berita kan ada 800.000 kuota, semoga saya salah satunya,” ungkap pria yang akrab disapa Zuhri itu sambil tertawa.
Baca juga : Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang Kedua Sudah Dibuka
Jika belum diterima Zuhri tidak kecewa, karena saat ini dia masih bisa membantu konveksi orang tuanya. Karena pasar sudah mulai buka dan pesanan sudah mulai ada.
“Kalau belum lolos lagi ya tidak apa-apa, saya juga masih ada kesibukan membantu bapak. Saat ini kan pasar sudah mulai buka, jadi pesanan juga sudah ada,” katanya.
Sedangkan Friska Silfiana Sari (18) mengatakan, bahwa dirinya sudah tidak mendaftar Kartu Prakerja gelombang 4. Saat ini dia sudah bekerja di sebuah koperasi di Kudus. Perempuan yang akrab disapa Friska itu gagal pada pendaftaran gelombang pertama. Kemudian dia melamar kerja di beberapa tempat dan saat ini sudah mulai belerja.
“Pas gelombang pertama saya gagal, jadi terus melamar kerja di beberapa tempat. Dan saat ini saya sudah mulai bekerja di koperasi. Jadi ya gelombang 4 ini saya sudah tidak daftar,” terang warga Desa Puyoh, RT 04 RW 08, Kecamatan Dawe, Kudus itu.
Dia juga menambahkan, teman-temannya masih ada yang belum bekerja. Menurutnya, masih ada sebagian yang hendak mencoba pada pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 4 ini.
Baca juga : Simak Langkah Daftar Kartu Pra Kerja di Situs Prakerja.go.id
“Teman-teman masih ada yang belum kerja sih. Sepertinya mereka akan memcoba lagi. Semoga mereka berhasil,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disnakerperinkopukm Kudus, Anggun Nugroho (37). Menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut terkait pelatihan Prakerja. “Jadi ini masih belum ada informasi terkait pelaksanaan pelatihan di BLK,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

