BETANEWS.ID, KUDUS – Atlet bulu tangkis Indonesia membawa pulang tiga gelar juara dalam turnamen Polytron Kudus Indonesia Masters 100 2026 yang berlangsung di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, pada 20–25 Oktober 2026. Tampil di hadapan publik sendiri, para wakil Merah Putih mampu menaklukkan lawan-lawan tangguh dari sejumlah negara dalam turnamen berlevel BWF World Tour Super 100 tersebut.
Tiga gelar Indonesia masing-masing diraih dari sektor tunggal putra, ganda putri, dan ganda putra. Richie Duta Richardo menjadi juara tunggal putra setelah menundukkan unggulan pertama asal China, Dong Tian Yao, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-12, 21-16.
Gelar tersebut terasa istimewa bagi Richie karena diraih di Kudus, kota tempat dirinya tumbuh dan menimba ilmu bulu tangkis bersama PB Djarum. Kemenangan itu sekaligus menjadi gelar Super 100 pertamanya.
“Pastinya senang rasanya bisa memecahkan gelar Super 100 di Kota Kudus ini, di mana itu salah satu tempat saya tumbuh dulu di klub PB Djarum,” ujar Richie seusai pertandingan.
Richie mengungkapkan, dirinya sempat kesulitan menghadapi permainan Dong Tian Yao pada gim pertama. Lawannya memiliki pukulan dari area belakang yang kencang dan tajam sehingga pelatih meminta Richie mengurangi bola-bola lambung dan lebih berani meladeni permainan di depan net.
“Pemain sana kan kebagusannya bola belakangnya juga kencang, tenaganya juga bolanya nancep-nancep. Jadi sama pelatih lebih disuruh main jangan banyak ngangkat, ngadu dari depannya kalau bisa menangin,” jelasnya.
Selain Richie, gelar juara Indonesia juga datang dari sektor ganda putri melalui pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine. Mereka mengalahkan unggulan pertama asal Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, dalam dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-17.
Sementara itu, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino memastikan gelar ketiga bagi Indonesia dari sektor ganda putra. Mereka mengatasi perlawanan pasangan Korea Selatan, Jin Yong/Jo Song Hyun, dengan kemenangan dua gim langsung, 21-19, 21-12.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengaku gembira dengan keberhasilan penyelenggaraan turnamen sekaligus pencapaian para atlet Indonesia. Menurutnya, tiga gelar yang diraih tuan rumah menjadi hasil positif, terlebih persaingan tahun ini dinilai lebih berat dengan kehadiran banyak pemain kuat dari China, Thailand, Chinese Taipei, dan Jepang.
“Gila, luar biasa prestasi. Dari Pontianak kita ada finalis tapi tidak juara. Kali ini kita tiga gelar juara dan yang membanggakan adalah pemain-pemain muda kita seperti Richie, Isyana, dan Rinjani,” kata Yuni, yang juga Ketua Pengkab PBSI Kudus, di Djarum Arena, Minggu (25/10/2026).
Ia menilai para pemain muda tersebut tampil penuh semangat saat bertanding di Kudus. Status mereka sebagai atlet PB Djarum yang berlatih di kota tersebut dinilai turut menambah motivasi ketika berlaga di hadapan pendukung sendiri.
Yuni menyebut hasil di Kudus menjadi evaluasi positif setelah turnamen sebelumnya di Pontianak. Meski menghadapi persaingan yang lebih ketat, para atlet Indonesia dinilai mampu menunjukkan permainan terbaik hingga merebut tiga gelar.
Tak hanya puas dengan hasil pertandingan, Yuni juga mengapresiasi tingginya antusiasme penonton selama turnamen berlangsung. Menurutnya, jumlah penonton yang datang bahkan membuat panitia harus menyiapkan fasilitas tambahan agar masyarakat tetap bisa menyaksikan pertandingan.
“Jujurnya ini turnamen pertama internasional di level Super 100, tidak menyangka kalau ternyata antusias penonton begitu luar biasa. Dari kita menyediakan tontonan LED di luar karena penuh, sampai akhirnya kita buka lagi Arena 3 untuk mereka bisa nonton,” ungkapnya.
Melihat tingginya minat masyarakat, panitia membuka peluang untuk mengevaluasi kapasitas tempat pertandingan. Hal itu dinilai penting mengingat turnamen internasional diperkirakan masih akan berlangsung di Kudus pada tahun-tahun mendatang, dengan agenda yang berpotensi semakin bertambah.
Sementara itu, dua gelar lainnya dalam turnamen ini diraih wakil China. Pada sektor ganda campuran, Li Hong Yi/Huang Ke Xin keluar sebagai juara setelah mengalahkan pasangan lintas negara, Hee Yong Kai Terry dari Singapura dan Gloria Emanuelle Widjaja dari Indonesia.
Adapun di sektor tunggal putri, Xu Wen Jing memastikan gelar juara setelah mengalahkan wakil Hong Kong, Lo Sin Yan Happy, dalam dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-16.
Dengan tiga gelar yang diraih, Indonesia menutup Polytron Kudus Indonesia Masters 100 2026 dengan hasil positif. Selain menjadi panggung bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan, turnamen ini juga memperlihatkan besarnya dukungan masyarakat Kudus terhadap bulu tangkis internasional.
Editor: Kholistiono

