RDF Kudus Rutin Dikirim ke Semen Gresik, Sekali Angkut 6–7 Ton

BETANEWS.ID, KUDUS – Pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo. Sebagian material yang dapat dimanfaatkan diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF) dan secara rutin dikirim ke Semen Gresik.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Didik Tri Prasetiyo, mengatakan pengiriman RDF ke Semen Gresik telah dilakukan beberapa kali. Pengiriman tersebut bahkan terus dilakukan secara rutin hingga saat ini.

“Sudah, sudah lama, ngirim beberapa kali ya, ngirim terus kok, Mas, itu secara rutin,” kata Didik belum lama ini di Pendopo Kudus.

-Advertisement-

Menurutnya, dalam setiap pengiriman, RDF yang dibawa menggunakan satu kontainer memiliki berat sekitar 6–7 ton. Jumlah pengiriman dalam satu bulan tidak selalu sama karena menyesuaikan kondisi.

“Rata-rata 6–7 ton sih, setiap pengiriman,” ujarnya.

Meski frekuensi pengiriman tidak selalu tetap, Didik memastikan setiap bulan terdapat pengiriman RDF ke Semen Gresik. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sampah yang telah diolah.

Baca juga : DPRD Kudus Perdalam Aturan Baru Penyelenggaraan Pemerintahan

Didik juga menyebut pengiriman RDF ke Semen Gresik bukan merupakan kegiatan yang baru dilakukan. Sebelumnya, pengiriman telah berlangsung beberapa kali dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Dua hari yang lalu kita ngirim ke Semen Gresik,” katanya.

Dari sisi spesifikasi, kata dia, RDF yang dikirim saat ini disebut sudah tidak mengalami kendala. Persyaratan yang ditetapkan oleh pihak Semen Gresik, termasuk kadar air, disebut telah terpenuhi.

“Sudah enggak ada masalah, jadi kadar air memenuhi, kemudian semuanya memenuhi dari Semen Gresik,” jelas Didik.

Dia menuturkan, pengolahan RDF menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi sampah yang harus masuk ke TPA Tanjungrejo. Langkah tersebut berjalan beriringan dengan kebijakan pengelolaan sampah yang mengarahkan TPA untuk menerima residu.

“Dengan pengiriman RDF secara rutin, sebagian material sampah dapat dimanfaatkan kembali setelah melalui proses pengolahan. Sementara itu, penataan TPA dengan terasering dilakukan untuk menjaga area yang sudah ditutup tetap aman menghadapi musim penghujan,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER