Progres Revitalisasi Puskesmas di Kudus Capai 75 Persen, Ditarget Rampung November 2026

BETANEWS.ID, KUDUS – Progres revitalisasi salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Kudus, tepatnya Puskesmas Jekulo, telah mencapai sekitar 75 persen. Pemerintah Kabupaten Kudus optimistis pekerjaan tersebut dapat selesai sesuai target pada akhir November 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan berdasarkan progres terakhir pada Sabtu, pekerjaan telah mencapai 75 persen dengan deviasi positif sebesar 12,77 persen. Sementara itu, informasi dari penyedia menyebut progres terbaru telah menyentuh sekitar 80 persen.

“Yang jelas, secara progres di hari Sabtu itu 75 persen. Progresnya positif, jadi kemungkinan bisa sesuai target. Harapan kita mungkin akhir November sudah selesai,” bebernya, Selasa (8/9/2026).

-Advertisement-

Menurutnya, pekerjaan saat ini mulai memasuki tahap finishing. Sebagian besar pekerjaan utama disebut telah berjalan, sementara tahapan berikutnya meliputi penyelesaian lantai, ubin, pengecatan, serta sejumlah fasilitas dan jaringan internal.

Fasilitas internal seperti jaringan dan kebutuhan pendukung lainnya juga telah masuk dalam pekerjaan. Namun, sejumlah fasilitas lama yang masih layak digunakan tetap akan dimanfaatkan, sedangkan kebutuhan untuk ruangan baru akan disesuaikan.

Hakam menjelaskan, fasilitas kesehatan tersebut tetap menyediakan layanan rawat inap. Namun, kapasitas tempat tidur dibatasi maksimal 10 tempat tidur sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

Baca juga : Gudang SMP 1 Undaan Kudus Terbakar, Suasana UTS Sempat Berubah Panik

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan karena sebelumnya kapasitas rawat inap dapat mencapai sekitar 20 tempat tidur. Pembatasan itu berpotensi berdampak terhadap pendapatan fasilitas kesehatan.

Karena itu, penguatan layanan nantinya tidak hanya mengandalkan rawat inap. DKK Kudus akan memperkuat aspek promotif dan preventif, sekaligus mempertimbangkan sejumlah layanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Beberapa layanan yang tengah dipertimbangkan antara lain praktik sore, fisioterapi, hingga layanan perawatan kulit sederhana. Namun, untuk layanan tambahan tersebut, DKK Kudus masih melakukan kajian terhadap regulasi yang berlaku.

“Penguatannya di promotif preventif, kemudian dikuatkan dengan mungkin layanan-layanan tambahan. Misalkan nanti praktik sore, fisioterapi, atau mungkin bisa dibuat semacam skincare ringan,” jelasnya.

Di sisi lain, DKK Kudus berupaya agar pelayanan dasar di fasilitas kesehatan tersebut tetap dapat diakses masyarakat tanpa biaya. Hakam mengatakan layanan yang selama ini dapat diberikan secara gratis akan diupayakan tetap gratis.

“Semaksimal mungkin kita gratiskan. Layanan-layanan yang berbayar kita gratiskan. Tidak ada di puskesmas itu berbayar, diusahakan seperti itu,” katanya.

Meski demikian, layanan tertentu yang berada di luar cakupan BPJS, seperti fisioterapi maupun layanan tambahan lainnya, masih akan dikaji mekanisme dan regulasinya.

Untuk operasional secara resmi, DKK Kudus menargetkan fasilitas tersebut mulai berjalan pada 1 Januari 2027. Tahun 2026 difokuskan untuk penyelesaian proyek, sementara persiapan operasional seperti pendataan dan penataan layanan dilakukan sebelum fasilitas dibuka.

“Karena ini proyek 2026, kita nanti mungkin secara resmi operasionalkan di 2027. Running-nya kita rencanakan nanti tanggal 1 Januari 2027,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER