BETANEWS.ID, PATI — Puluhan tukang, kontraktor, dan masyarakat umum mengikuti pelatihan merangkai baja ringan di Angkringan Pop, Kabupaten Pati, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Kencana Baja Ringan bersama Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) dan BUTUI Kontraktor.
Pelatihan tersebut tidak hanya berisi materi teori. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik pemasangan baja ringan, salah satunya melalui pembuatan kanopi hingga konstruksi tersebut selesai dirangkai.
Trainer HAPI, Deni Yuda Irawan, mengatakan pelatihan dirancang agar peserta memahami teori sekaligus mampu menerapkan teknik pemasangan baja ringan sesuai standar.
“Pelatihan ini bukan hanya teori, tetapi juga praktik secara langsung dari awal sampai selesai. Peserta mengikuti prosesnya sejak pagi hingga sore,” ujar Deni.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada pekerja konstruksi mengenai teknik pemasangan baja ringan yang baik dan benar.
Deni berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, kualitas konstruksi baja ringan dapat semakin baik dan sesuai standar.
“Harapannya para peserta mampu menyerap informasi dan edukasi yang kami berikan, kemudian menerapkannya dalam pekerjaan. Dengan begitu, pemasangan baja ringan di Indonesia semakin terstandar dan dapat meminimalkan kejadian konstruksi yang roboh,” jelasnya.
Sementara itu, CEO BUTUI Kontraktor, Nur Kholis, menilai pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi pekerja konstruksi untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian.
Ia menyebut pelatihan pembuatan kanopi menggunakan baja ringan yang dilengkapi sertifikat keahlian bagi peserta merupakan kegiatan yang cukup baru di Kabupaten Pati.
“Di era saat ini, konstruksi memang membutuhkan keahlian yang spesifik. Peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat yang bisa menjadi bekal untuk bekerja di bidang konstruksi,” kata Nur Kholis.
Nur Kholis juga mengapresiasi kolaborasi Kencana Baja Ringan dan HAPI yang menggandeng BUTUI Kontraktor dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja harus dibarengi dengan komitmen terhadap kualitas pekerjaan. Ia berharap pekerja konstruksi, khususnya yang bergerak di bidang baja ringan, semakin mengutamakan standar agar hasil pekerjaan tidak mengecewakan konsumen.
“Kami berharap pekerja konstruksi, terutama di bidang baja ringan, bisa menjunjung tinggi kualitas. Sehingga hasil bangunan yang dikerjakan benar-benar baik dan tidak mengecewakan konsumen,” pungkasnya.
Pelatihan yang berlangsung sehari penuh tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan keterampilan dan standar kerja tenaga konstruksi di Pati dan sekitarnya.
Editor : Suwoko

