BETANEWS.ID, KUDUS – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SEC Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (FEB UMK) 2026 resmi mengesahkan kelembagaan Japan Makmur Sejahtera (JAPAMAS) di Desa Japan. Pengesahan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan desa secara berkelanjutan.
Kelembagaan JAPAMAS dibentuk sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung implementasi program SRIDEWI (Strategi Inovasi Desa Wirausaha Mandiri). Nama JAPAMAS merupakan singkatan dari Japan Makmur Sejahtera yang mencerminkan cita-cita bersama untuk mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kesejahteraan yang merata.
Kegiatan pengesahan dihadiri oleh pemerintah Desa Japan, tim PPK Ormawa SEC FEB UMK, dosen pendamping, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan yang telah dirancang.
Melalui kelembagaan tersebut, JAPAMAS akan berperan sebagai motor penggerak dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan, mulai dari pengembangan potensi lokal, pendampingan usaha masyarakat, hingga pelaksanaan program pemberdayaan selama PPK Ormawa berlangsung.
Ketua Tim PPK Ormawa SEC FEB UMK, Aris Setyawan, mengatakan pembentukan JAPAMAS menjadi fondasi penting agar program yang dijalankan tidak berhenti setelah masa pelaksanaan PPK Ormawa berakhir.
“Terbentuknya JAPAMAS menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan adanya kelembagaan yang resmi, setiap kegiatan yang dijalankan tidak hanya memberikan dampak selama masa pelaksanaan PPK Ormawa, tetapi juga dapat terus berkembang dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Aris optimistis keberadaan JAPAMAS mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Desa Japan yang makmur, sejahtera, dan berdaya saing melalui pengembangan desa berbasis kewirausahaan.
Menurutnya, semangat kolaborasi dan gotong royong antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Dengan demikian, upaya membangun desa tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga komitmen bersama untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Editor: Kholistiono

