Viral, Kiai di Jepara Nyatakan Program MBG Haram

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebuah video pernyataan Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, viral di media sosial karena menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) haram.

Melalui akun TikTok @mbah.mun03 dengan nama Khodim Al Husna Int yang diunggah pada Jumat (10/7/2026), Ahmad Mundoffar menyatakan lembaga pendidikan yang dipimpinnya menolak program MBG.

“Saya Ahmad Mundoffar, Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional Mayong, Jepara, Jawa Tengah, menyatakan, mulai hari ini Jumat setelah jumatan ini, masyaallah jumat yang berkah ini, menyatakan bahwa semua keluarga besar Al Husna mulai KB IT, TK IT, SD IT, SD Tahfidz, SMP IQ, SMA IQ dan keluarga besar Al Husna semuanya, menyatakan mulai hari ini menolak dan tidak menerima MBG,” kata Mundoffar dalam video yang kini telah ditonton sekitar 1,4 juta kali.

-Advertisement-

Mundoffar menyatakan Al Husna sebelumnya memang menerima program MBG. Namun, menurutnya, program yang pernah diterima tersebut merupakan perbuatan dosa karena tata kelola MBG dinilai menjadi sarana terjadinya korupsi.

Mundoffar berpandangan bahwa menolong kemaksiatan hukumnya maksiat. Memfasilitasi terjadinya perbuatan haram, menurutnya, hukumnya juga haram.

Baca juga : Gedung Belum Rampung, MPLS Siswa Sekolah Rakyat di Jepara Diundur

“Kami nyatakan bahwa menerima MBG hukumnya haram. Sekali lagi, menerima MBG hukumnya haram,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Mundoffar menjelaskan sikapnya merujuk pada kaidah fikih al-i’anah ‘ala al-ma’shiyah, yakni memberikan bantuan atau dukungan terhadap perbuatan maksiat sama halnya dengan melakukan kemaksiatan itu sendiri.

Ia menegaskan penolakan tersebut bukan karena memusuhi pemerintah. Menurutnya, tujuan MBG untuk membantu masyarakat memang baik. Namun, pelaksanaan program tersebut dinilai belum mampu dikelola dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.

Mundoffar juga menegaskan Al Husna tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Karena itu, penghentian penerimaan MBG tidak akan mengganggu operasional lembaga.

“Al Husna mandiri. Kami tidak bergantung pada pemerintah. Kami sempat beberapa bulan menerima MBG, tetapi sekarang kami stop total. Keputusan ini juga sudah kami sampaikan kepada SPPG,” bebernya.

Ia memahami saat ini belum banyak ulama atau pemuka agama yang menyampaikan sikap sekeras dirinya. Namun, menurutnya, kondisi bangsa menuntut ulama untuk segera ikut bersuara dan menyampaikan hal-hal baik kepada umara atau pemimpin.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER