BETANEWS.ID, KUDUS – Suwarni (67) masih sulit menerima kenyataan pahit setelah dua anaknya, Dimas (29) dan David (37), meninggal secara tragis dibunuh tetangganya sendiri di Kelurahan Wergu Wetan, Minggu (14/9/2025). Kini, ia harus bertahan hidup seorang diri dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Air matanya tak terbendung setiap kali mengingat peristiwa kelam itu. Lantaran saat ini dia tidak bisa lagi mengandalkan kebutuhan hidup dari kedua anaknya.
Baca Juga: Siswa Dipenuhi Rasa Was-was, Ruang Darurat SD 2 Purwosari Terdapat Tiga Plafon Berlubang
“Selama ini anak-anak saya yang menanggung kebutuhan hidup. Saya sendiri hanya kadang jadi buruh setrika, tapi tidak tentu karena sakit darah tinggi,” ungkap Suwarni.
Tragedi itu bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi Suwarni. Cucu-cucunya yang ditinggal ayahnya juga mengalami trauma. Untuk itu, Dinas Sosial P3AP2KB Kudus turun tangan melakukan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
Pekerja Sosial Perlindungan Anak, Perdi Wibowo mengatakan, pihaknya sudah melakukan asesmen awal. Tujuannya, agar keluarga korban terutama anak-anak tidak larut dalam trauma.
“Kami juga akan libatkan praktisi psikolog untuk mendeteksi gejala traumatis. Pendampingan dilakukan bertahap, sambil memantau perkembangan, terlebih anak korban masih kecil,” jelasnya saat kunjungi keluarga korban, Kamis (18/9/2025).
Perdi menambahkan, anak korban yang sempat menutup diri kini mulai kembali berangkat sekolah dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Pendampingan penting, agar mental anak yang mengalami trauma bisa kembali seperti semula.
“Awalnya tidak mau keluar kamar, tapi setelah dibujuk perlahan sudah mau tersenyum,” katanya.
Baca Juga: Kabar Baik, Gas Metana TPA Tanjungrejo Bakal Disulap Jadi Pengganti Elpiji dan Disalurkan ke Warga
Selain pendampingan psikologis, Dinsos juga menyiapkan usulan bantuan sosial bagi Suwarni yang kini hidup seorang diri. Hal itu dilakukan untuk memberikan jaminan hidup layak terhadap Suwarni yang sudah tidak bisa melakukan pekerjaan berat.
“Kepesertaan BPJS beliau ternyata tidak aktif, kami akan usulkan kembali. Juga agar bisa mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah,” terangnya.
Editor: Haikal Rosyada

