31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Pasokan Menipis, Harga Cabai di Pati Alami Kenaikan

BETANEWS.ID, PATI – Warga Kabupaten Pati harus merogoh kocek lebih saat berbelanja kebutuhan dapur. Sejumlah harga bahan pangan, terutama cabai, tercatat mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati menunjukkan, ada dua jenis cabe yang harganya mengalami lonjakan, yaitu cabai merah keriting dan cabai merah besar teropong.

Baca Juga: Orang Tua Korban Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyerangan di Ketitangwetan

-Advertisement-

Untuk cabai merah keriting, harga naik sebesar Rp5 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu. Sementara cabai merah besar teropong naik Rp2 ribu, dari Rp42 ribu menjadi Rp44 ribu per kilogram.

Menurut Cahya Hesti Darmawan, Pengawas Usaha Operasi Produksi dan Pemasaran pada Disdagperin Pati, kenaikan ini tak lepas dari terbatasnya pasokan cabai yang masuk ke wilayah Pati.

“Secara umum kemarin sempat turun terus ini ada kenaikan. Mungkin pasokan. Karena kita bukan cabai lokal saja. Kita dari Bandungan dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Cahya menduga, produksi di daerah pemasok seperti Bandungan dan Jawa Timur sedang tidak optimal. Salah satu penyebab utamanya yakni kondisi cuaca yang kurang bersahabat, sehingga berdampak pada hasil panen.

“Pengaruh faktor cuaca. Hasil panen hasilnya kurang bagus,” ungkapnya.

Tak hanya cabai, komoditas bawang merah juga sempat mengalami lonjakan harga. Meski begitu, saat ini harganya sudah kembali ke kisaran normal.

“Selain cabai, bawang merah. Ini masih di kisaran Rp35 ribu. Tapi termasuk sudah turun. Sebelumnya kisaran sekitar Rp40 ribuan. Itu sekitar Juli-Agustus. Harga normal kisaran Rp30 hingga Rp35 ribu. Tergantung besar kecilnya,” bebernya.

Baca Juga: Polisi Disebut Bisa Segera Tahan Terduga Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan

Meski terjadi kenaikan, pihak Disdagperin menilai situasi ini masih tergolong wajar. Mereka pun memastikan terus melakukan pemantauan harga di pasar bersama dinas terkait.

“Kenaikan tidak signifikan seperti menjelang lebaran. Disdagperin terus melakukan pemantauan harga. Dengan dinas lainnya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER