BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) meninjau lokasi gedung Sekolah Rakyat (SR) sementara yang berlokasi di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
Berdasarkan pantauan, rombongan Bupati Jepara bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau satu persatu seluruh ruangan ditemani oleh Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Dikunjungi Jajaran Pemkab, Orang Tua Calon Siswa Berharap SR di Jepara Segera Dibuka
Mulai dari ruang guru dan ruang kelas yang berada di satu gedung yang terdiri dari dua lantai. Gedung tersebut berada di sisi selatan.
Kemudian di sisi utara, terdapat dua gedung yang juga terdiri dari dua lantai. Gedung pertama nantinya digunakan sebagai ruang makan dan ruang asrama guru putri yang berada di lantai satu, sementara di lantai dua digunakan sebagai ruang asrama siswa putri.
Sedangkan di gedung kedua digunakan sebagai ruang asrama guru dan siswa putra. Gedung tersebut bersebelahan dan dihubungkan oleh anak tangga.
Dari seluruh ruangan yang dikunjungi, perlengkapan seperti meja kursi, tempat tidur, almari, meja belajar tampak belum semuanya dirakit.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan saat ini renovasi gedung BLK tersebut hampir mencapai 100 persen sehingga sudah siap digunakan untuk proses pembelajaran.
“Hampir 100 persen sudah selesai, kita tinggal menunggu launchingnya yang diperkirakan pada pertengahan Bulan September ini,” katanya saat meninjau gedung SR sementara pada Rabu, (3/9/2025).
Ia mengatakan seluruh fasilitas terutama di ruang asrama dalam kondisi baik dan bersih. Siswa nantinya juga mendapat fasilitas penunjang dan semua kebutuhannya akan diberikan oleh negara.
Sehingga ia yakin seluruh fasilitas tersebut bisa membuat siswa SR yang seluruhnya merupakan anak-anak bisa betah tinggal di asrama.
“Saya sendiri sama Gus Hajar kalau (tinggal) disini bisa krasan ini. Kamar mandinya di dalam, makan tiga kali, snack dua kali, semua bersih. Kalau sekolah swasta mahal ini bayarnya, jadi otomatis (tanpa dimotivasi) sudah termotivasi (supaya betah tinggal di asrama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara, Asri Linda Listyaningrum mengatakan agar siswa bisa nyaman dan senang tinggal di asrama SR, nantinya akan diadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga bulan setelah SR diluncurkan.
Baca Juga: Kembali Mutasi 95 Pejabat, Pemkab Jepara Bakal Berlakukan Sistem MeritÂ
Kegiatan selama MPLS akan disesuaikan sesuai dengan minat dan bakat siswa yang dianalisis melalui hasil uji DNA talent. Uji minat dan bakat akan dilakukan setelah siswa mulai bersekolah di SR.
“Salah satu tantangan di awal-awal ini memang bagaimana membuat anak-anak merasa nyaman dan krasan tinggal di asrama. Sehingga setelah launching ini nanti akan diadakan MPLS selama tiga bulan, isinya pengenalan lingkungan sekolah karena lingkungannya ini kan baru bagi mereka, yang sebelumnya di rumah di sini asrama,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

