BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai menggarap proyek pembangunan drainase di ruas Jalan Kudus–Kaliwungu. Proyek ini ditargetkan mampu mengurangi genangan air maupun banjir yang kerap terjadi di kawasan Perempatan Jember.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, mengatakan pekerjaan drainase tersebut menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp3,5 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Baca Juga: Satu Lagi, Kepala Dinas di Kudus Kembali Dibebastugaskan, Ini Penyebabnya
“Panjang drainase yang dibangun kurang lebih mencapai 589 meter. Di sisi selatan Jalan Kudus-Kaliwungu,” ujar Harry saat ditemui di lokasi belum lama ini.
Untuk konstruksi pembangunan drainase, kata Harry, bervariasi ada yang menggunakan U-ditch atau drainase beton yang tercetak oleh pabrikan. Kemudian box culvert yakni gorong-gorong beton berbentuk kotak.
“Serta ada yang menggunakan tulangan cor. Nantinya menyesuaikan kondisi lapangan,” bebernya.
Dia menuturkan, proyek pembangunan drainase di Jalan Kudus-Kaliwungu sudah dimulai sejak 7 Agustus 2025. Sementara kontrak kerjanya 120 hari kalender.
“Artinya, target selesai pembangunan drainase Jalan Kudus-Kaliwungu pada tanggal 5 Desember 2025. Ketika pekerjaan selesai harapannya, tak ada lagi genangan di Perempatan Jember ketika hujan lebat,” kata Harry.
Dia mengatakan, tahap awal pembangunan drainase difokuskan di sisi selatan jalan. Hal ini untuk mengejar konektivitas jaringan drainase dari wilayah Kaliwungu hingga terhubung ke kawasan Sunan Kudus.
Harry menambahkan, Selain di Jalan Kudus–Kaliwungu, terdapat enam paket pekerjaan drainase lain yang juga digarap tahun ini. Tiga di antaranya masuk kategori Proyek Strategis Daerah, yakni di Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Subchan ZE, serta paket utama di ruas Kudus–Kaliwungu.
“Total ada tujuh paket besar pembangunan drainase yang mulai dikerjakan. semuanya bersumber dari DBHCHT,” jelasnya.
Terkait kualitas, kata Harry, pihaknya memastikan pengerjaan drainase diawasi secara ketat. Konsultan pengawas diterjunkan dan wajib siaga setiap hari di lokasi.
“Kami pastikan semua material sesuai standar SNI karena mayoritas menggunakan produk pabrikan. Selain itu, bila hujan deras turun, pekerjaan akan dihentikan sementara atau ditutup terpal agar mutu beton tetap terjaga,” tandasnya.
Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kades Cendono Kudus Diberhentikan Sementara
Dengan selesainya proyek ini, Harry berharap permasalahan genangan di titik rawan Kudus, khususnya di kawasan Jeber, bisa teratasi secara bertahap.
“Yang terpenting pelayanan masyarakat tidak terganggu dan infrastruktur bisa lebih andal menghadapi musim penghujan,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

