31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Fokus Hijaukan Kawasan Patiayam, Tahun Ini Djarum Foundation Tanam 100 Ribu Titik Penanaman 

BETANEWS.ID, KUDUS – Upaya memperluas penghijauan di wialyah Kabupaten Kudus, Bhakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) tahun ini menanam pohon sebagai penguatan tanah, sumber daya air (SDA) serta keseimbangan lingkungan. Di tahun ini, setidaknya 100 ribu bibit pohon ditanam di kawasan Patiayam.

Direktur Komunikasi Djarum Foundation, Mutiara Dyah Asmara menyampaikan, penanaman pohon selalu dilakukan tidak hanya di Kudus tapi juga di daerah lain sebagai keseimbangan lingkungan. Untuk Kudus di tahun ini, kawasan Patiayam menjadi fokus penghijauan. 

Baca Juga: Satu Lagi, Kepala Dinas di Kudus Kembali Dibebastugaskan, Ini Penyebabnya

-Advertisement-

“Rencananya nanti tambah lagi 100.000 titik di Patiayam, untuk melengkapi yang sebelumnya. Seperti di Gondoharum, Terban, dan beberapa desa yang berada di wilayah Kabupaten Pati,” bebernya belum lama ini.

Ada sejumlah varietas yang dipilih dan cocok untuk struktur tanah di sana. Di antaranya meliputi, pohon kopi, mangga di beberapa tempat, flamboyan merah, kepok, mahoni, salam, bungur, dan buah-buahan lainnya. 

“Untuk di kawasan Patiayam ini, paling banyak varietas pohon kopi yang akan ditanam,” terangnya.

Ia menyebut, pemilihan pohon kopi sebagai pohon yang paling banyak ditanam di kawasan tersebut, dianggap cocok dan layak dengan struktur tanah yang ada. Sebab kopi juga membutuhkan dataran tinggi untuk perkembangan pohon lebih bagus. 

“Patiayam dan Muria, kami melihat itu (cocok dengan kopi). Karena kita menanam, kita lihat yang survival rate tinggi, jadi kita selang-seling, dan kopi salah satunya kita tanam di dataran tinggi,” ungkapnya.

Selain untuk keberlangsungan hidup dan keseimbangan lingkungan, kata dia, penanaman pohon itu juga demi membantu perekonomian masyarakat setempat. Artinya hasil dari pohon yang ditanam bisa dinikmati oleh masyarakat.

Untuk melihat seberapa bagus perkembangan pohon ditanam di kawasan yang dituju, pihaknya mengaku sudah melakukan kajian detail. Menurutnya, untuk di kawasan Patiayam pengujian sudah dilakukan pada 2019-2020 yang bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). 

“Sebelum kita menentukan lahan penanaman, kita uji dulu, biar tahu betul kalau pohon ini akan tumbuh. Kalau memang pohon tidak cocok kita tidak bakalan tanam. Karena kita juga ingin mengetahui tanaman apa yang bisa hidup di sana,” terangnya.

Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kades Cendono Kudus Diberhentikan Sementara

Bahkan pihaknya tidak melarang warga di sana untuk menanam tanaman semusim seperti jagung. Meski begitu pihaknya mengimbau, agar di sekitarnya juga ditanami tanaman keras untuk memperkokoh tanah.

“Banyak petani yang ingin menanam jagung, Kita tidak melarang menanam jagung, tetapi harus ada pohon keras di antara jagung. Supaya tanah itu terikat, jadi tidak mudah terjadi longsor dan sebagainya. Kombinasi itu akan bagus, nah itu yang akan kita lihat dari hasil penelitian,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER