Pertamina Salurkan Bright Gas untuk Dukung Dapur Umum Korban Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora

BETANEWS.ID, BLORA – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan bantuan tabung Bright Gas untuk mendukung operasional dapur umum di posko pengungsian warga terdampak kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jumat (22/8/2025).

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (17/8/2025) lalu menelan korban jiwa dan memaksa ratusan warga Desa Gandu mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga: Meski Perekonomian Menurun, Ketua PHRI Sebut Okupansi Hotel di Kudus Terbantu Even Nasional

-Advertisement-

Sebagai bentuk kepedulian, Pertamina menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang diberikan berupa 10 tabung Bright Gas 12 Kg, guna mendukung pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga sekaligus meringankan beban para korban.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Pertamina terhadap masyarakat yang terdampak insiden tersebut,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan melalui siaran tertulisnya..

Menurut Taufiq, pemulihan pascabencana memerlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk dalam memastikan ketersediaan energi yang aman dan mudah diakses. Kehadiran elpiji, kata dia, dapat mendukung kebutuhan dasar seperti penyediaan makanan dan logistik di dapur umum.

Apresiasi atas langkah cepat Pertamina juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur. Menurutnya, bantuan ini sangat meringankan beban warga, karena banyak dari mereka kehilangan mata pencaharian sekaligus akses energi akibat insiden ini.

Imam menambahkan, tabung Bright Gas yang disalurkan Pertamina akan digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak di dapur umum pengungsian.

“Elpiji ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan dapur umum bagi warga yang harus mengungsi,” ungkapnya.

Sejumlah warga juga menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Sriatun (45), salah satu warga yang harus meninggalkan rumahnya sejak kebakaran terjadi, mengaku lega mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada kami,” ujarnya.

Baca Juga: Tunggakan Retribusi Kios dan Los Pasar Tradisional Kudus Tembus Rp5 M

Kebakaran sumur minyak ilegal, yang dibangun tanpa izin dan pengawasan resmi, bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berisiko menimbulkan pencemaran tanah, kerusakan lingkungan, serta bahaya kesehatan bagi masyarakat sekitar. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya tersebut demi keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, guna memastikan dukungan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER