BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk mengadakan program pengajian di kawasan industri. Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan program tersebut bertujuan untuk membentuk karakter keagamaan bagi masyarakat serta karyawan yang berada di sekitar kawasan industri serta mengurangi dampak sosial yang saat ini sudah terjadi.
Rencana tersebut menurutnya juga sudah ia sampaikan kepada pihak industri yang berada di Kabupaten Jepara.
“Kemarin kita sudah bertemu dengan pihak-pihak pabrik. Kita sampaikan dampak-dampak sosial yang ada di lingkungan sana, sehingga kami berharap dari PCNU dan Muhammadiyah bisa bersama membentuk karakter karyawan. Ilmu agamanya bertambah, efek sosial dan moralnya bisa kita perbaiki,” katanya pada Betanews.id, Jumat (15/8/2025).
Baca juga: 30 Anggota Paskibraka Jepara Resmi Dikukuhkan
Dengan adanya program tersebut, ia berharap munculnya kos-kosan bebas yang kemudian berdampak pada munculnya permasalahan sosial di sekitar kawasan industri bisa berkurang.
Sehingga nantinya, baik pemilik maupun penghuni kos-kosan bisa lebih sadar bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama.
“Jadi kita ingin nanti ke depannya, kos-kosan untuk laki-laki dan perempuan sendiri, tidak tercampur. Sehingga bisa meminimalkan penyakit masyarakat. Dengan pemahaman agama dan himbauan dari pemerintah, harapannya itu bisa terlaksana dengan sendirinya,” ujarnya.
Sedangkan untuk konsep pelaksanaan dari program tersebut, ia mengatakan saat ini Pemkab Jepara masih mendesain konsep dari program pengajian di kawasan industri.
Ia nantinya akan menggandeng tokoh-tokoh agama yang berpengalaman di bidang pendidikan keagamaan untuk mematangkan konsep kegiatan sebelum diterapkan.
“Artinya kos bebas dan dampak sosial ini menjadi perhatian Pemkab Jepara. Kita ingin Jepara mendapat keberkahan, jadi kita benahi pelan-pelan,” ujarnya.
Baca juga: Dinilai Tak Cocok Diterapkan di Jepara, Pemkab Tetap Berlakukan Enam Hari Sekolah
Pada tahap awal, program tersebut menurutnya akan difokuskan pada penguatan pendidikan agama Islam, mengingat mayoritas penduduk Jepara beragama Islam.
Namun, Pemkab memastikan jika ada kebutuhan pembinaan keagamaan bagi pekerja non-Muslim, pihaknya juga akan mengakomodir.
“Sementara kita fokus pada Islam dulu, nanti kalau ada keperluan non-Muslim akan kita akomodir,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

