BETANEWS.ID, JEPARA – Masyarakat Kabupaten Jepara sempat dihebohkan oleh rencana investasi peternakan babi. Namun rencana tersebut ditolak masyarakat, hingga akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menetapkan fatwa haram serta memberikan rekomendasi agar tidak memberikan izin.
Selain MUI, rekomendasi untuk tidak memberikan izin rencana pendirian peternakan babi juga disampaikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Pedagang Pasar Jepara II Resah Barang Dagangannya Sering Hilang, Pelaku Akhirnya Diketahui
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan bahwa terkait rencana investasi peternakan babi ia mengaku didatangi oleh dua orang dari PT Karya Prospek Satwa (KSP). Mereka datang untuk menyampaikan ketertarikannya melakukan investasi peternakan babi di Kabupaten Jepara.
Dari informasi yang disampaikan oleh dua orang tersebut, Wiwit mengatakan bahwa rencana investasi peternakan babi nantinya tidak hanya berasal dari satu perusahaan, tetapi gabungan beberapa perusahaan.
Selain itu, rencana investasi peternakan babi ternyata juga tidak hanya berlokasi di Kabupaten Jepara. Sebab jika hanya di Jepara saja, lahan yang dibutuhkan tidak mencukupi.
“Iya (tidak di Jepara saja). Kita tidak tau (lokasinya dimana saja), ngomongnya se-Jawa Tengah,” katanya saat ditemui di depan Gedung Shima Jepara, Selasa (12/8/2025).
Kemudian darimana saja perusahaan yang berencana untuk melakukan investasi peternakan babi, ia mengatakan bahwa dua orang tersebut tidak menyebutkan secara spesifik.
“Tidak disebutkan secara spesifik, karena kita welcome saja, kalau mau silahkan ke MUI untuk mendapatkan fatwa nanti seperti apa,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Jepara Kejar Target Agar BRT Rute Jepara-Kudus-Pati Bisa Beroperasi Tahun 2026
Sedangkan terkait ramainya informasi yang mengatakan bahwa perusahaan yang berencana untuk melakukan investasi berasal dari PT. Chaeron Pokphand Indonesia (CPI), ia menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya tidak pernah menyebutkan nama perusahaan yang berencana melakukan investasi.
“Kami kan tidak menyampaikan siapa investornya. Kalau dari kami tidak menyampaikan secara spesifik karena kan ada banyak investor, tidak hanya satu saja dan tidak menyebutkan secara spesifik, tetapi (kami sampaikan) ada perusahaan yang tertarik untuk investasi di Jepara,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

