31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Sudewo Sebut Demo 13 Agustus Tidak Murni, Ditunggangi Kepentingan Politik

BETANEWS.ID, PATI – Bupati Pati Sudewo menyebut bahwa aksi demo yang akan dilaksanakan warga pada 13 Agustus 2025 mendatang, dinilai tidak gerakan murni.

Hal itu disampaikan oleh Sudewo usai menemui massa di posko penggalangan donasi untuk demo di depan Kantor Bupati Pati pada Jumat (8/8/2025) malam.

Baca Juga: Tetap Demo Meski Kenaikan PBB Dibatalkan, Warga Sebut Sudah Tak Percaya Lagi Omongan Sudewo

-Advertisement-

Pernyataan itu dilontarkan Sudewo situasi yang sempat memanas ketika dirinya menyambangi posko penggalangan donasi tersebut. Ketika itu, di lokasi tersebut awalnya sempat kondusif, namun setelah beberapa saat bertemu salah satu pentolan inisiator penggalangan donasi, suasana berubah memanas. Banyak warga di lokasi itu yang menyoraki dan meneriaki Sudewo.

Dirinya pun merasa kecewa dengan sambutan yang kurang hangat dari warga. Sudewo pun menilai, bahwa gerakan aksi demo pada 13 Agustus nanti ada yang menunggangi.

”Tapi kenyataannya masih seperti itu. Berarti saya menyimpulkan itu tidak murni berarti ada yang menunggangi. Itu kepentingan politik,” ujar Sudewo.

Bupati Sudewo mengaku berupaya untuk menemui massa untuk mengajak masyarakat menciptakan suasana aman dan kondusif.

”Niat saya baik supaya mereka juga mau menahan diri sama-sama menciptakan suasana aman dan kondusif di Pati. Karena logikanya dia mau karena tuntutannya mereka supaya PBB itu diturunkan kan saya akomodir tidak hanya turun melainkan kami batalkan,” kata Sudewo.

Ia mengaku sempat berdialog dengan warga yang ada di posko donasi. Mulai dari soal pembatalan kenaikan PBB 250 persen hingga dia dikabarkan akan umrah saat tanggal 13 Agustus 2025.

”Ada juga yang menuntut lima hari sekolah kembali enam hari sekolah kan saya akomodir juga. Jadi dua-duanya saya akomodir logika sudah selesai yang mau dituntut apalagi. Maka saya ngajak itu supaya dia nahan menciptakan suasana damai,” jelasnya.

Kemudian soal slogan Pati Bumi Mina Tani yang disebut-sebut warga diganti Pati Mutiara, dirinya menegaskan bahwa itu tidak benar.

“Pati Mutiara itu tema Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702 bukan mengubah slogan itu clear,” imbuhnya.

Baca Juga: Memanas! Sudewo Diteriaki Warga saat Sambangi Posko Penggalangan Donasi Demo

Menurutnya ada opini yang menggiring membenci dirinya. “Katanya 13 Agustus katanya saya mau umroh. Tanggal 17 Agustus 2025 menjadi irup upacara kan nggak mungkin saya berangkat umroh,” jelasnya.

“Itu bangun opini untuk membenci saya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER