BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan warga Dukuh Ngablak dan Beji Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus melakukan aksi sujud syukur, Jum’at (27/6/2025). Aksi tersebut imbas dari ditutupnya tambang ilegal galian C di desa tersebut, terutama yang berdekatan dengan Bendungan Logung.
Puluhan warga tampak berjalan dengan memegangi spanduk bertuliskan rasa terima kasihnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Kapolres dan Dandim Kudus. Serta beberapa di antara mereka ada yang membawa aneka jajanan pasar yang ditaruh di tampah.
Baca Juga: Safari Salat Jumat, Bupati Kudus Tekankan Masjid Ramah Anak
Sesampainya di pertigaan Makam desa, mereka pun berdoa dan dilanjutkan dengan sujud syukur. Kemudian, aneka jajan pasar pun dibagi-bagikan kepada warga. Hal itu sebagai wujud berbagi kegembiraan atas ditutupnya tambang ilegal galian C.
Koordinator aksi, Joko Prihatin mengatakan, aksi ini sebagai wujud terima kasih atas kebijaksanaan Bupati Kudus yang menutup tambang ilegal di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Menurutnya, tambang ilegal di desanya itu sudah berjalan sangat lama.
“Selama ini ada pembiaran tambang ilegal di desa kami. Alhamdulillah sekarang sudah ditutup dan bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Islam kami mengadakan aksi dengan sujud sukur di jalan yang merupakan akses menuju lokasi tambang,” ujar Joko kepada awak media.
Dia mengungkapkan, Bendungan Logung menampung kurang lebih 20 juta kubik air. Sementara di dekatnya ada aktifitas tambang ilegal yang sudah beroperasi beberapa tahun terakhir. Tentunya hal itu membuat khawatir warga, jikalau bendungan jebol.
“Oleh karena itu, kami sebagai warga sangat senang dan bahagia tambang ilegal ditutup. Jalan juga tak lagi berdebu, atau licin ketika disiram air oleh pengelola tambang ilegal,” sebut pria yang juga warga Desa Tanjungrejo tersebut.
Hal senada juga disampaikan warga lain yakni, Sutriah (48) yang mengaku sangat senang atas ditutupnya tambang ilegal di desanya tersebut. Selain khawatir merusak Bendungan Logung, keberadaan tambang ilegal sangat meresahkan dan mengganggu aktifitas warga.
Meresahkan karena jalan dilewati kendaraan-kendaraan besar. Material banyak yang tercecer di jalan dan membuat berdebu. Ketika disapu dan disiram, jalan malah jadi licin dan sering membuat pengendara roda dua celaka.
“Aku sendiri pernah celaka karena jalan licin. Dan tidak saya saja, tetapi banyak warga lainnya,” ujar Sutriah.
Baca Juga: Dispensasi Nikah di Kudus Tahun Ini Menurun 52,4 Persen, Didominasi Usia 17 Tahun
Oleh karena itu, Sutriah berharap, tambang galian C di desanya tersebut ditutup untuk selamanya. Sehingga warga tenang dan tak terganggu dengan aktifitas tambang.
“Tambang galian C sangat mengganggu dan meresahkan. Kami berharap ditutup selamanya,” harapnya.
Editor: Haikal Rosyada

