BETANEWS.ID, KUDUS – Masjid Jami’ NU Baitussalam di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, akhirnya diresmikan usai proses renovasi total yang memakan waktu hingga lima tahun. Dalam safari salat Jumat di desa tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menandatangi peresmian renovasi masjid, Jumat (27/6/2025).
Bupati Sam’ani menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong warga yang terlibat dalam pembangunan masjid ini. Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga masjid ramah anak dengan pusat kegiatan masyarakat dan sarana edukasi bagi anak-anak.
Baca Juga: Butuh Dana Rp 15 M, Persiku Kudus Bidik Dukungan Sponsor Lokal dan BUMN
“Masjid ini kita harapkan menjadi masjid yang ramah anak. Dulu kita mengenal masjid sebagai tempat ngaji, belajar, bahkan sampai tertidur. Semangat itu harus dibangkitkan kembali, agar masjid bisa menjadi ruang interaksi dan pembinaan generasi muda,” katanya.
Sam’ani juga menyinggung pentingnya menjadikan masjid sebagai tempat kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), tempat bermain yang edukatif, dan alternatif dari ketergantungan anak pada gadget.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Jami’ NU Baitussalam, Mohamad Ali Imran, menjelaskan bahwa renovasi masjid dimulai lima tahun lalu. Menurutnya, renovasi yang dilakukan secara keseluruhan, di mana bangunan lama dibongkar total.
“Masjid ini dulu rendah, lantainya sering kemasukan air saat banjir. Jadi kita bongkar dan bangun baru dari awal. Alhamdulillah lima tahun ini tidak pernah putus pembangunannya,” jelas dua.
Masjid yang kini berdiri megah tersebut mengusung gaya arsitektur perpaduan klasik Jawa dan sentuhan modern. Tidak hanya bangunan yang direnovasi, tetapi seluruh fasilitas termasuk ruang serbaguna untuk kegiatan ibu-ibu, remaja, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Dalam penandatanganan batu prasasti itu, bantuan juga datang dari berbagai pihak, salah satunya dari donatur pribadi, hingga Baznas yang memberikan dukungan dana sebesar Rp10 juta untuk menunjang kegiatan masjid.
Baca Juga: Forum Kalen Gelar Webinar, Angkat Isu Energi Terbarukan
“Dana ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan warga seperti pengajian ibu-ibu, kegiatan remaja, dan pendidikan anak-anak di lingkungan masjid,” ujarnya.
Ia menambahkan, masjid yang terletak strategis di jalur Kudus-Purwodadi ini juga aktif setiap hari dengan kegiatan madrasah sore (diniyah), pengajian malam, dan berbagai program pembinaan masyarakat. Dia berharap, masjid dapat terus menjadi pusat spiritual sekaligus sosial di tengah-tengah masyarakat Undaan Lor.
Editor: Haikal Rosyada

