BETANEWS.ID, KUDUS – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus menyelenggarakan Festival Literasi, Numerasi, dan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Acara itu begitu meriah dengan penampilan para siswa yang mempertontonkan berbagai kesenian.
Festival ini mengangkat tema setop bullying dan ada pemutaran film pendek berjudul Titik Balik yang mengisahkan soal perundungan. Film tersebut diperankan oleh siswa di sana, dengan tujuan untuk menyadarkan bahwa bullying itu ada di sekitar mereka.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kesiswaan, Riyanto menjelaskan, film berdurasi 8 menit ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa dan guru. Menurutnya, cerita film itu dari ide siswa sendiri yang ingin mengangkat bullying yang saat ini sedang marak.
Baca juga: Genap Berusia Sewindu, Qudsiyyah Putri Kudus Gelar Sejumlah Kegiatan
“Film ini mengangkat isu bullying yang sering terjadi di sekitar kita. Melalui film ini, kami ingin menyadarkan siswa dan orang tua bahwa bullying tidak hanya berdampak buruk secara sosial, tetapi juga bisa masuk ke ranah hukum,” ujarnya, Sabtu (30/11/2024).
Film berjudul Titik Balik itu bercerita tentang Rino, seorang siswa yang melakukan perundungan terhadap temannya, Deni. Dalam cerita, Deni sempat dituduh melakukan perundungan untuk menutupi kesalahan Rino. Namun, bukti yang terungkap akhirnya membawa perdamaian di antara keduanya, sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Ia menuturkan, proses pembuatan film ini memakan waktu selama satu bulan, dimulai dari ide cerita hingga akhir. Semangat anak dalam kegiatan itu, menurutnya sangat luar biasa. Terlihat, dari bagaimana pemeranan yang dilakukan oleh siswa dalam film tersebut.
“Tantangan utama kami adalah keterbatasan alat perfilman. Namun, kami bersyukur mendapat dukungan teknis dari tim Digitama IAIN Kudus,” katanya.
Riyanto menambahkan, film Titik Balik melibatkan siswa dan guru, yaitu tiga siswa, dua siswi, dan tiga guru. Ia menyampaikan, pesan yang ingin disampaikan dalam film itu, pihaknya siap memberikan pendidikan untuk masa depan.
Baca juga: Ilining, Guru Matematika SMP 5 Kudus Jadi Duta Teknologi 2024
Dia berharap, melalui film tersebut perlakuan bullying dapat diminimalkan. Meski tidak dapat dihilangkan secara sepenuhnya, namun setidaknya bullying itu dapat dicegah mulai dari sekarang.
“Memang sulit menghilangkan sepenuhnya, tetapi kami ingin bullying tereliminasi, menjadi mindset siswa dan orang tua untuk bersama-sama menangani hal ini,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

