BETANEWS.ID, JEPARA – Ditemani anaknya, Wargini (65), Petani Jagung asal Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara sibuk mengoperasikan disel untuk menyedot air yang menggenangi area lahan sawah miliknya.
Air tersebut harus ia sedot, agar tanaman jagung miliknya di lahan seluas satu hektare tidak mati sebelum dipanen pada Bulan November mendatang.
Baca Juga: Fornel dan Gus Nung Sepakat Tolak Tambang Pasir Laut
Sebab meskipun saat ini masih memasuki musim kemarau, namun intensitas hujan yang cukup sering terjadi akhir-akhir ini membuat area lahan sawahnya digenangi air. Sehingga tanaman jagung miliknya terancam gagal panen.
Padahal tahun lalu, jagung yang ia tanam di lahan dengan luas yang sama juga tidak bisa dipanen dengan maksimal karena kekurangan air.
“Kalau ini nanti masih hujan terus ya, gagal (lagi). Tapi kalau jagung karena kekurangan air masih mending (masih bisa dipanen). Kalau ini (terendam air) ya mati, ngga bisa dipanen,” katanya saat ditemui di area lahan sawah Desa Teluk Wetan, Kamis (10/10/2024).
Tahun lalu, di lahan seluas satu hektare ia seharusnya bisa panen jagung dengan berat kurang lebih 5 ton. Namun karena kekurangan air, lahan sawah miliknya hanya mampu menghasilkan 4 ton jagung.
“Kemarin meskipun gagal panen masih dapat lumayan, tak jual ke pabrik dapet sekitar Rp 40 juta. Itu tadinya seharusnya bisa panen 5 ton, karena kekurangan air jadi cuma 4 ton,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, ancaman gagal panen tersebut tidak hanya terjadi pada lahan miliknya. Tapi merata ke lahan sawah lainnya yang berada di area tersebut.
Terpisah, Dian Satriadi, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan pada Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara menjelaskan anomali cuaca atau keadaan cuaca yang sulit diprediksi saat ini menjadi salah satu kendala sektor pertanian.
“Sektor pertanian itu lemahnya disitu (anomali cuaca yang saat terjad). Kita antisipasi ya menggunakan data cuaca dari BMKG,” katanya melalui sambungan telepon.
Baca Juga: KPK Sita Mobil Salah Satu Tersangka Kasus Bank Jepara Artha
Untuk memastikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG bisa tersampaikan kepada petani, ia berharap peran aktif dari penyuluh pertanian yang berada di masing-masing kecamatan.
“Kita sebenarnya ada grup dengan petani yang di dalamnya juga ada temen-temen penyuluh. Informasi apapun terutama terkait prakiraan cuaca dari BMKG biasanya kita share. Untuk maksimal sampai ke seluruh petani, temen-temen penyuluh ini kita harapkan juga berperan aktif,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

