Penjualan Kembang Api di Kudus Menurun Drastis

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa konsumen terlihat tampak wara-wiri mengambil kembang api di Toko Rajawali Kudus. Tempat penjual kembang api yang berada di Jalan KH Agus Salim, Desa Getas Pejaten RT 9 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, siang itu tampak ramai.

Meski terlihat ramai, namun hal tersebut tak menjamin presentase penjualan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Proyek Jembatan Kalirejo Gunakan Beton Fast Track, 7 Hari Kering

-Advertisement-

Owner toko Rajawali Kudus, Maria Ninik mengatakan, ramainya konsumen yang berdatangan di tokonya itu baru-baru ini. Sebab, beberapa kendala seperti bencana banjir yang melanda di beberapa daerah juga menjadi pemicu penjualan petasan di Kudus sepi.

“Kalau tahun ini menurun drastis mas, ada kalau 50 persen penurunannya. Penyebab utamanya karena beberapa area kebanjiran, sehingga momen lebaran, penjualan petasan ini tidak seperti tahun lalu,” bebernya saat ditemui di tokonya, Senin (25/3/2024).

Jika biasanya, kata Maria, satu sampai dua bulan sebelum puasa sudah ramai permintaan pembelian petasan. Namun di tahun ini ramainya pengunjung yang berdatangan baru di pekan kedua awal Ramadhan.

Ia juga mengungkapkan, selain karena akibat banjir yang melanda di sejumlah tempat, termasuk Kudus, saat ini juga telah banyak yang berjualan secara online. Sehingga hal itu sangat mempengaruhi peningkatan konsumen.

“Jadi pemasaran yang dilakukan secara online itu juga sangat mempengaruhi penurunan penjualan. Lantaran saat ini saya memang tidak terjun ke online karena faktor usia dan tidak terbiasa berjualan di online,” jelas wanita yang berusia 64 tahun itu.

Di sana menyediakan berbagai macam jenis kembang api. Di antaranya meliputi dragon, kembang api, petasan banting, popop, kretek, dan lain sebagainya. Konsumen yang datang berasal dari berbagai daerah di eks-karisidenan Pati.

“Kalau yang paling banyak diminati petasan anak kecil seperti kretek dan popop. Karena jenis itu yang tidak membahayakan dan bisa dibuat mainan untuk anak usia di bawah 5 tahun,” ujarnya.

Harga yang dipatok Maria mulai Rp5 ribu sampai dengan Rp40 ribu per bok. Sehingga dengan harga tersebut sangat terjangkau bagi tengkulak atau bakul yang biasa dijual di pinggir jalan.

Baca Juga: Lindu Goyang Gedung DPRD Kudus, Pengungsi Malah Mengira Jokowi Datang

Salah satu pembeli, Aisyah mengaku berlangganan di sana setiap momen lebaran. Dengan membeli beberapa jenis, petasan tersebut akan diperjualbelikan di area Desa Gondangmanis.

“Karena harga di sini terjangkau, keduanya karena sudah kenal baik dengan para karyawan dan pemilik toko. Sehingga sampai saat ini nyaman membeli petasan di sini,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER