Sudah Pakai Hawk-Eye, PBSI Jateng Puji Venue Polytron Kudus Super 100 Indonesia Masters 2026

BETANEWS.ID, KUDUS – Gelaran Polytron Kudus Super 100 Indonesia Masters 2026 mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf. Ia menilai GOR Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, memiliki fasilitas representatif untuk menggelar turnamen bulu tangkis tingkat internasional.

Basri mengaku terkesan setelah melihat langsung kondisi arena yang menjadi tempat pertandingan. Menurutnya, pembenahan yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation membuat fasilitas GOR Djarum Arena semakin menunjang penyelenggaraan turnamen.

“Kalau untuk GOR Djarum, fasilitasnya sudah bagus banget dan sudah memenuhi syarat. Kalau tidak, BWF pada saat kunjungan ke sini kan tidak akan meng-approve. Jadi, sebelum ada kejuaraan ini, sudah di-approve. Apalagi setelah GOR-nya di-makeup, dibuat seperti ini, waduh, luar biasa,” katanya di GOR Djarum Arena, Selasa (20/10/2026).

-Advertisement-

Turnamen ini menggunakan empat lapangan pertandingan. Selain fasilitas yang telah dibenahi, penyelenggaraan Polytron Kudus Super 100 Indonesia Masters 2026 juga dilengkapi teknologi Hawk-Eye. Teknologi ini memungkinkan atlet mengajukan challenge atau meminta peninjauan ulang atas keputusan wasit maupun hakim garis.

Basri menuturkan, penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu hal menarik dalam turnamen level Super 100. Sebab, sistem challenge selama ini lebih identik dengan kejuaraan bulu tangkis level Super 500 ke atas.

“Di event Indonesia Masters ini juga sudah menggunakan sistem challenge. Biasanya kan yang menggunakan challenge itu Super 500 ke atas,” terangnya.

Ia menambahkan, kesiapan penyelenggaraan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana. Sumber daya manusia (SDM) yang terlibat juga dinilai telah berpengalaman dalam menangani turnamen berskala internasional.

“Panitianya memang sudah terbiasa dengan event internasional. Ke depannya tinggal atlet-atletnya berlatih lebih giat lagi,” jelasnya.

Menurut Basri, kehadiran turnamen internasional di Kudus juga membuka kesempatan bagi klub-klub daerah untuk mengukur kemampuan atlet binaan mereka. Atlet dan pelatih dapat melihat langsung kualitas permainan lawan sekaligus mengevaluasi perkembangan diri agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Pelatih dan atlet menjadi lebih tahu sejauh mana kemampuan masing-masing dan sejauh mana perkembangan rival mereka. Sehingga mereka bisa berbenah lebih baik lagi,” ujarnya.

Antusiasme terhadap turnamen ini semakin besar dengan keikutsertaan sejumlah pemain nasional yang memiliki rekam jejak di level atas, di antaranya Anthony Sinisuka Ginting dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Kehadiran mereka dinilai menambah daya tarik kompetisi sekaligus memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk merasakan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif.

“Dengan adanya Ginting dan Chico tentu akan mengangkat nilai kejuaraan ini sendiri. Hal ini karena Ginting juga salah satu yang pernah jadi top player di Indonesia. Harapan saya untuk atlet-atlet muda, terutama yang ada di Kudus, mereka bisa termotivasi dan merasakan atmosfer kejuaraan ini,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER