BETANEWS.ID,JEPARA– Etnis Thionghoa di Kabupaten Jepara merayakan malam pergantian tahun baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi dengan menggelar sembahyang bersama yang dilanjut dengan penyalaan 168 pelita harapan pada Senin, (16/2/2026) malam hingga dini hari.
Sembahyang dimulai pada pukul 23.00 WIB di Klenteng Hok Tek Bio Welahan. Puluhan umat Thionghoa yang datang mengikuti prosesi sembahyang dengan khidmat.
Sembahyang kemudian dilanjut di Klenteng Hian Thian Siang Tee Welahan. Di Klenteng yang dikenal sebagai dewa obat, setelah menyembah tuhan dan dewa, ritual sembahyang dilanjut dengan pembacaan arwah dan penyalaan pelita harapan.
Seluruh rangkaian prosesi sembahyang selesai dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB.
Baca juga: Potret Inklusivitas Perayaan Imlek di Pasar Semawis Semarang
Pemimpin Ibadah Sembahyang di Klenteng Hok Tek Bio dan Klenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Budianto menjelaskan ritual ibadah dimulai pukul 23.00 WIB, karena menyesuaikan dengan malam pergantian tahun baru di Tiongkok, yang lebih cepat 1 jam dari Indonesia.
“Untuk perayaannya sebenarnya sudah dimulai sejak jam 10 pagi, (Senin,16/2/2026) kita ibadah bersama sekitar satu jam, kemudian dilanjut ritual sembahyang bersama lagi pada malam pergantian tahun baru imlek,” kata Budianto saat ditemui usai pelaksaan sembahyang pada Selasa, (17/2/2026) dini hari.
Kemudian terkait penyalaan 168 pelita harapan, jumlah itu menurutnya sudah menjadi lambang khusus. Dimana dalam kepercayaan Umat Thionghoa, angka 168 dipercaya memiliki makna sebagai berkah yang tidak akan terputus.
“Atau juga bisa juga diartikan 68 itu artinya bisa jadi orang yang sukses,” jelasnya.
Baca juga: Siswa SMA di Jepara Ciptakan Alat Pendeteksi Kebakaran pada Kompor Gas Berbasis IoT
Sehingga dengan menyalakan 168 pelita harapan, diharapkan mereka yang menyalakan lilin atau pelita bisa mendapat keberkahan, kehidupannya selalu disinari, dijauhkan dari segala marabahaya, diberikan kesehatan, panjang umur, serta rejeki yang berlimpah.
168 pelita harapan itu akan dinyalakan selama 15 hari atau hingga pelaksanaan Sembahyang Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal 15 di bulan pertama perayaan Tahun Baru Imlek atau hingga Selasa, (3/3/2026).
Editor: Kholistiono

