31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Dua Wartawan di Pati Alami Kekerasan, INHAKA Desak Polisi Usut Tuntas

BETANEWS. ID, PATI – Dua wartawan di Kabupaten Pati mengalami aksi kekerasan saat melakukan peliputan Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Pati Sudewo pada Kamis (4/9/2025). Tindak kekerasan ini diduga dilakukan oleh rombongan dari Torang Manurung, yang saat itu menjabat Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Soewondo Pati.

Atas peristiwa ini, Institute Hukum dan Kebijakan Publik (INHAKA) mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap wartawan di Pati tersebut.

Baca Juga: Torang Manurung Berpotensi Dipanggil Kembali oleh Pansus  DPRD Pati

-Advertisement-

Direktur INHAKA, Husaini menyampaikan, tindakan yang dilakukan oleh oknum yang diduga pengawal Torang Manurung merupakan praktik kekerasan. Untuk itu, pihaknya mendesak Polresta Pati Polri segera menangkap dan memproses hukum pelaku kekerasan.

”Jelas-jelas terlihat dan ada bukti rekamannya. Jika pelaku ternyata oknum polisi (misalnya), jangan ada imunitas bagi oknum kepolisian yang terlibat,” ujar  Husaiani dalam keterangan pers pada Sabtu (6/9/2025).

Apalagi katanya, korban merupakan wartawan yang saat itu sedang melakukan kerja-kerja jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

”Mengingatkan semua pihak, termasuk aparat kepolisian, bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran hukum dan demokrasi,” ungkapnya.

Ia pun mengajak solidaritas publik dan organisasi masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan.

Sebab, menurutnya, kekerasan terhadap jurnalis merupakan ancaman yang serius terhadap upaya penegakkan hukum dan demokrasi.

”Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tapi juga serangan terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi. Negara tidak boleh membiarkan peristiwa seperti ini berulang. Sekali lagi INHAKA meminta agar kepolisian bertindak cepat, transparan, dan adil dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

Seperti  diketahui, dua wartawan di Kabupaten mengalami kekerasan, yakni ditarik, bahkan dibanting hingga membuat salah satu jurnalis tersungkur ke lantai. Peristiwa ini terjadi saat wartawan hendak meminta keterangan pada Torang Manurung usai walk out dalam Sidang Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo.

Baca Juga: Respon Pernyataan Bupati soal Pansus yang Telanjangi Pemerintah, Bandang: ‘Terserah Masyarakat Menilai’

Kasus tindak kekerasan ini pun, saat ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian pada hari itu juga. Setelah kejadian itu viral, Torang Manurung kemudian meminta maaf atas kejadian tersebut dan kini sudah mengundurkan diri.

Torang Manurung, pada hari itu dihadirkan ke ruang pansus untuk yang kedua kalinya. Ia dimintai keterangan soal pengangkatan Direktur Umum RSUD Pati, Rini Susilowati, pemutusan hubungan kerja 220 pegawai honorer dan mutasi pegawai, hingga adanya dugaan nepotisme. Namun di tengah rapat, Torang Manurung menyatakan walk out.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER