31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Pemkab Jepara Masih Kaji Solusi Krisis Air di Desa Kedungmalang

BETANEWS.ID, JEPARA – Kepala Desa Kedungmalang, Mustafiyatun mengatakan warga di desanya terutama yang berada di sisi sebelah utara dan barat desa sering mengalami kekurangan air bersih.

Untuk warga yang disebelah barat desa yaitu di RT3-5 RW3 kekurangan air tersebut diakibatkan karena air dari PDAM Jepara tidak bisa mengalir dengan lancar. Kondisi tersebut menurutnya memang sudah terjadi sejak lama, sekitar 10 tahun.

Baca Juga: Jeritan Warga Kedungmalang Jepara, Setiap Tahun Alami Krisis Air Bersih

-Advertisement-

Sedangkan untuk warga di sebelah utara desa yaitu di RT 6 RW 3, air dari PDAM masih bisa mengalir ke daerah tersebut, namun sudah 13 hari air tidak mengalir.

“Sebelah barat desa itu memang sudah bertahun-tahun mati sehingga masyarakat dicukupi dengan dropping tangki. Yang utara itu 13 hari ini memang (Air PDAM) tidak mengalir,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (7/8/2025).

Sebagai solusi dari pihak desa menurutnya sudah membangunkan sumur pada tahun 2024 lalu. Sumur itu digunakan untuk menyuplai air bagi warga yang kesulitan mendapat akses air dari PDAM yaitu di RT2-5 RW 3.

“Dari desa itu berupaya dengan membuat sumur mandiri dari desa, harapannya bisa membantu tapi airnya malah asin,” ujarnya.

Terpisah, Plt Direktur PDAM Jepara – Perumda Tirta Jungporo Zamroni Lestiaza mengatakan aliran air di Desa Kedungmalang saat ini memang terjadi kendala.

Ia menjelaskan kendala tersebut diantaranya diakibatkan adanya pemadaman listrik di daerah Welahan dan Kedung. Karena suplai air di Desa Kedungmalang mengandalkan sumber air dari Instalasi Pengolahan Air (IPAL) yang ada di Bendungan Bongpes, sehingga mempengaruhi aliran air di Desa Kedungmalang.

“Kemudian ada kebocoran air di pipa distribusi yang berada di Desa Panggung. Ini titiknya sudah ketemu dan saat ini sedang dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Ia berharap perbaikan tersebut bisa segera terselesaikan, sehingga air di Desa Kedungmalang bisa kembali mengalir dengan lancar. Hanya saja perbaikan tersebut nantinya belum sepenuhnya bisa mengatasi persolaan aliran air di Desa Kedungmalang.

Selain itu, untuk saat ini pihaknya kesulitan untuk menemukan sumber air baku di Desa Kedungmalang. Sebelumnya, saat pihak desa membangun sumur ia mengira sumur tersebut bisa membantu kebutuhan air untuk warga.

“Desa kan dapat bantuan untuk bangun sumur, PDAM tadinya agak tenang sudah bisa tercukupi, ternyata airnya payau juga. Sehingga memang masih menjadi PR untuk kawasan pesisir, Karangaji, Kedungmalang untuk mencari sumber air bakau,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Jepara Kembali Terima Hibah 30 Unit Tenda UMKM

Sebagai solusi, ia mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan kajian apakah mengoptimalkan IPAL yang berada di Bendungan Bongpes atau mencari alternatif sumur yang sumbernya bisa mencukupi untuk kebutuhan air di Desa Kedungmalang dan sekitarnya.

“Saat ini masih kita kaji apakah membesarkan itu (IPAL di Bendungan Bongpes) atau menambah sumur. Karena itu nanti kan juga berkaitan dengan biaya investasi dan sebagainya,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER