BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Jawa Tengah akan membantu masyarakat miskin di Jateng untuk membuat tempat tinggal layak huni. Bantuan tersebut nilainya berkisar Rp 35 juta.
Kepala Dinas Permukiman Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, bantuan tersebut berupa struktur ruspin dan arsitektural. Program ini sebagai upaya penyelesaian backlog rumah.
“Jumlah angka backlog miskin di Jawa Tengah mencapai 419.000,” jelasnya, Selasa (26/10/2021).
Baca juga : Bankeupemdes untuk RTLH dari APDB Provinsi Bakal Naik Jadi Rp 17 Juta Per Unit Rumah
Program tersebut bertajuk ‘Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng, Tuku Lemah Oleh Omah’. Selain memberi bantuan, pihaknya juga memfasilitasi pembelian tanah melalui kredit mikro BPR BKK Jawa Tengah.
“Kita juga memfasilitasi pembentukan Kelompok Masyarkat (Pokmas) untuk penyiapan pembangunan rumah,” ujarnya.
Bahkan, pihaknya juga memfasilitasi pembangunan rumah melalui bantuan sosial stimulan rumah sederhana sehat. Progam tersebut ditujukan, agar warga miskin mempunyai rumah.
“Tujuan program itu adalah mengurangi angka backlog rumah di Provinsi Jawa Tengah dengan sasaran masyarakat miskin nonbankable yang tidak memiliki rumah,” ujarnya.
Dijelaskan, program itu diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial stimulan pembangunan rumah bagi keluarga miskin yang belum memiliki rumah dengan tipe-36 sebagai syarat luasan rumah layak huni.
Baca juga : Tahun Ini 15 Ribu Rumah Teraliri Listrik Gratis, Total 40 Ribu Rumah di Tahun Ketiga Ganjar-Yasin
“Pelaksanaan pembangunan rumah baru melalui program ini untuk tahun 2021 ini dilakukan di 6 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Cilacap, Brebes, Kendal, Purbalingga, Jepara dan Kota Magelang,” ucapnya.
Salah satu warga penerima bantuan, Yayan Harian mengatakan, selama ini dia dan keluarganya tinggal di rumah susun. Dia bersyukur dengan adanya bantuan tersebut.
“Iya saya sudah dua tahun menganggur selama pandemi. Ya senang dapat bantuan ini,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

