31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Desa Pasuruhan Pati Sabet Penghargaan Indonesia Migrant Worker Award 2020

BETANEWS.ID, PATI – Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menyabet penghargaan Indonesia Migrant Worker Award 2020 dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, untuk kategori Desa Peduli Pekerja Migran Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan pada Peringatan Hari Migran Internasional, yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).

Kepala Desa Pasuruhan Warsito menyampaikan, jika terpilihnya Pasuruhan sebagai Desa Peduli Pekerja Migran merupakan upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam melakukan perlindungan maupun pembinaan terhadap pekerja migran serta keluarganya.

Dengan perhargaan itu, dirinya berharap bisa menjadi pemicu bagi dirinya dan pemerintah desa untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warganya, khususnya bagi pekerja migran.

-Advertisement-

Baca juga : Sabet Penghargaan Kades Terbaik, Hartopo : ‘Pak Kiswo Bisa Jadi Inspirasi Desa Lain’

“Saya berharap para pekerja migran, sekali berangkat aman dan pulang sudah mapan, nggak bolak-balik merantau. Kasihan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Kades.

Dirinya juga menyebut, jika Desa Pasuruhan beberapa tahun lalu juga terpilih menjadi Desa Migran Produktif (Desmigratif), lantaran menjadi salah satu desa penyumbang tenaga kerja Indonesia (TKI) cukup besar. Sekarang lebih dari 1.000 warga berangkat keluar negeri untuk menjadi TKI atau sekitar 30 persen.

Kepala Desa Pasuruhan, Warsito (kanan) berfoto bersama usai menerima penghargaan. Foto: Ist

‘’Mereka ini tersebar di sejumlah negara yang menerima TKI. Seperti di Taiwan, Korea, Belanda, Arab, Qatar, Malaysia dan lain sebagainya,’’ sebutnya.

Progam Desmigratif merupakan progam dari Kementerian Tenaga Kerja. Dalam progam tersebut, desa didorong untuk memberikan fasilitas empat pilar terhadap para TKI. Seperti pelayanan TKI dengan memberikan pemahaman agar saat proses pemberangkatan maupun pulang dapat tetap aman. Terjamin baik jiwa maupun gajinya.

“Yang paling penting penumbuhan kreativitas dan usaha bagi TKI. Edukasi kepada keluarga khususnya anak TKI dengan diberikan pendidikan tambahan kemudian juga pembentukan koperasi,’’ tambahnya.

Baca juga : Cara Kades Sepakung Atasi Area Blank Spot Agar Siswa Bisa Belajar Daring Bikin Ganjar Takjub

Untuk progam kreativitas dan usaha pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait. Warga dilatih berbagai keterampilan usaha. Seperti pengolahan ikan dan keong, kerajinan pelepah pisang, kerajinan fiber atau keterampilan las.

“Saat ini pelatihan tersebut sudah berjalan. Bahkan kami mendapatkan bantuan dari salah satu bank berupa rumah produksi. Tempat ini kami gunakan untuk mendisplay produk kerajinan dari warga desa,” imbuhnya.

Untuk koperasi, disinergikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga proses pelaksanaanya pun dapat lebih maksimal. “Kemudian untuk progam pendidikannya kami telah merintis ada semacam bimbingan belajar,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER