1.076 Petugas Sensus Ekonomi di Jepara Mulai Ikuti Pelatihan

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak 1.076 petugas lapangan akan diterjunkan dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Jepara. Sebelum diterjunkan, mereka akan mengikuti pelatihan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara, Isnaini, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, termasuk perkembangan sektor usaha hingga ekonomi digital.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS Jepara menggelar pelatihan bagi petugas yang akan diterjunkan ke lapangan. Pelatihan itu terbagi dalam tiga gelombang. Masing-masing gelombang akan mengikuti pelatihan selama tiga hari.

-Advertisement-

“Pelatihan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pada 2–4 Juni 2026, gelombang kedua pada 8–10 Juni 2026, dan gelombang ketiga pada 12–14 Juni 2026. Secara keseluruhan terdapat 15 kelas pelatihan yang akan mengikuti kegiatan ini,” jelas Isnaini usai pembukaan Pelatihan Petugas Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel D’Season Jepara, Selasa (2/6/2026).

Selain 1.076 petugas pendataan lapangan, Isnaini menyebut terdapat 138 petugas pemeriksa lapangan serta 32 petugas organik BPS yang akan terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Jepara.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Jepara yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan baik, termasuk melalui pelatihan bagi para petugas lapangan sebagai ujung tombak keberhasilan sensus.

Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Baca juga : Bupati Jepara Janji Gas Perbaikan Jalan, Harap Warga Kembali Taat Bayar Pajak

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah struktur ekonomi secara signifikan. Banyak aktivitas usaha yang sebelumnya mudah terlihat secara fisik kini berkembang melalui marketplace, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

“Karena itu, pemerintah membutuhkan data yang lebih lengkap, lebih akurat, dan lebih mutakhir agar tidak ada potensi ekonomi masyarakat yang luput dari pencatatan,” katanya.

Witiarso juga mengungkapkan bahwa data ekonomi yang berkualitas sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Jepara dalam merumuskan arah pembangunan yang tepat sasaran. Ia menyebut perekonomian Jepara terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,41 persen pada 2025.

Selain itu, Jepara memiliki berbagai sektor unggulan yang menjadi kekuatan daerah, mulai dari industri mebel dan ukir yang telah mendunia, UMKM yang terus berkembang, sektor perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga perikanan dan kelautan.

“Potensi besar tersebut memerlukan dukungan data yang akurat agar arah pembangunan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Kepada para peserta pelatihan, Witiarso berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan forum diskusi untuk memperdalam pemahaman terhadap berbagai kondisi yang mungkin ditemui di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme selama menjalankan tugas pendataan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER