31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Si Manis dari Timur Berbuah di Tayu, Petani Pati Ketiban Rezeki

BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah desa di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tengah menikmati musim panen buah matoa. Kondisi ini membawa berkah bagi para petani di wilayah tersebut, lantaran hasil panen tahun ini tergolong melimpah dan bernilai ekonomi tinggi.

Salah satu petani yang turut menikmati hasil panen tersebut adalah Heru Sudiharto, warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu. Setelah menunggu berbulan-bulan, ia akhirnya dapat memanen buah matoa yang telah ditanamnya.

Baca Juga: APB Berencana Dirikan Posko di Samping AMPB

-Advertisement-

”Bulan Oktober ini Kecamatan Tayu, khususnya Desa Sendangrejo, banyak pohon matoa yang panen,” ujarnya.

Buah matoa yang berasal dari Papua ini dikenal memiliki cita rasa manis dan legit, sehingga digemari banyak kalangan. Tingginya minat masyarakat membuat harga jual buah tersebut meningkat signifikan di wilayah Tayu.

Di tingkat petani, harga buah matoa mencapai Rp30 ribu per kilogram, bahkan lebih tinggi di tingkat pedagang.

”Harga sekilo masih bervariasi mulai Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” kata Heru.

Heru memiliki beberapa pohon matoa di lahannya. Setiap pohon dapat menghasilkan hingga 100 kilogram buah. Hasil panen yang melimpah tersebut membuatnya memperoleh keuntungan cukup besar. Ia mengaku bersyukur dapat menikmati hasil panen sekaligus mencicipi manisnya buah matoa.

”Saya punya dua jenis pohon. Jenis merah dan kuning. Untuk macam-macam rasanya ada kayak rasa durian atau rambutan. Manis segar,” ungkapnya.

Menurut Heru, hasil panen tahun ini meningkat sekitar 80 persen dibanding tahun 2024. Peningkatan produksi tersebut turut mendorong permintaan pasar yang datang dari berbagai daerah.

”Permintaan dari Demak, Semarang, Solo, Yogyakarta, biasanya online. Ada juga yang kirim datang dan lihat-lihat juga langsung petik sekaligus wisata petik matoa,” ucapnya.

Baca Juga: Jelang Paripurna Hak Angket, APB Minta DPRD Pati Tetap Netral

Meski bukan tanaman asli Tayu, pohon matoa dapat tumbuh subur di wilayah tersebut. Heru menilai kondisi tanah di Kecamatan Tayu cukup mendukung untuk pengembangan tanaman ini.

”Bisa dikembangkan di sini mungkin cocok struktur tangannya. Mungkin daerah lain ada yang juga bagus,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER